Koran Jakarta | January 19 2019
No Comments
“FIABCI Global Business Summit 2018”

56 Proyek Properti Ditawarkan ke Investor

56 Proyek Properti Ditawarkan ke Investor

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Federasi Real Estat Dunia (The International Real Estate Federation/FIABCI) akan menggelar perhelatan di Bali pada 6 hingga 8 Desember 2018. Acara yang akan digelar di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali International Convention Center ini diharapkan sukses menjaring investasi properti kepada investor luar negeri. Acara yang baru pertama kali digelar di luar Benua Eropa ini akan diikuti pengembang dari 72 negara, yang diperkirakan mencapai 600 orang ditambah 1.000 anggota REI dari seluruh Indonesia.

Para peserta terdiri dari pengembang, lembaga internasional, konsultan, dan perorangan. Pada tahun ini, FIABCI Global Business Summit 2018 mengambil tema “Affordable Housing and International Tourism Development”. Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengungkapkan FIABCI sebagai federasi realestat dunia harus peduli terhadap dua pertiga penduduk dunia yang masih miskin dan berpenghasilan rendah, dimana mayoritas masih tinggal di hunian yang tidak layak huni.

“Inilah yang menjadi alasan mengapa REI/FIABCI Indonesia menyodorkan topik mengenai perumahan rakyat yang terjangkau (affordable housing),” ungkap Eman, Presiden FIABCI Asia Pasifik ini dalam keterangan persnya, Kamis (6/12). Ditambahkan, berangkat dari kepedulian terhadap 2/3 dari masyarakat dunia masih membutuhkan rumah layak huni, REI sejak dua tahun terakhir terus mengampanyekan tentang pentingnya perumahan terjangkau bagi negara dunia ketiga.

Uniknya, di berbagai negara yang pernah ditinjau, seluruh upaya penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah selalu disediakan oleh Pemerintah. Tetapi, menurut Eman, hanya di Indonesia, penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga dilakukan oleh sektor swasta.

Mengenai topik kedua yakni international tourism development, di FIABCI Global Business Summit nantinya akan membahas mengenai potensi pariwisata daerah di Indonesia. Diharapkan pengembang yang selama ini berminat mengembangkan properti pariwisata namun masih mengalami hambatan termasuk dari sisi finansial, dapat merealisasikan rencananya melalui ajang tersebut.

“Pengembang yang punya minat di sektor pariwisata tapi masih belum jalan, kami undang hadir di FIABCI Global Business Summit 2018 di Bali. Tentu kami akan lebih mengedepankan potensi-potensi daerah khususnya yang menjadi prioritas pemerintah,” papar Eman.

Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah kegiatan ini melalui kesepakatan pada World Congress FIABCI ke-69 yang diadakan di Dubai, Uni Emirat Arab pada April- Mei 2018. FIABCI adalah Organisasi yang berdiri di Prancis 72 tahun lalu, dan menjadi organisasi pelaku bisnis properti tertua dan terbesar di dunia. Saat ini, FIABCI telah ada di seluruh belahan dunia dan memiliki jaringan di PBB hingga organisasi internasional lainnya. Investment Forum Agenda penting lain pada FIABCI Global Business Summit 2018 adalah Investment Forum dan B to B Meeting.

Ini merupakan suatu kegiatan yang desain untuk menawarkan kerjasama proyek properti dengan para investor yang hadir pada forum tersebut. Setidaknya ada 150 investor global potensial yang terkoneksi dengan forum bergengsi tersebut.

Menurut Eman, ada 56 proyek dari 17 pengembang anggota REI dengan total minimum investasi yang ditawarkan hingga 68 triliun rupiah. Selain itu, diundang pula kelompok usaha dari tiga negara yaitu Hongkong, Korea, dan Jepang. Secara spirit, kata dia, pengusaha dari ketiga negara tersebut paling familiar dengan Indonesia.

Oleh karena itu, melalui forum ini diharapkan dapat memberikan arti penting bagi ekonomi Indonesia dengan menarik investasi asing masuk ke Indonesia, memberikan masukan pendapatan pajak bagi daerah dan negara, membuka lapangan kerja bagi masyarakat, dan memberikan peningkatan kualitas lingkungan permukiman yang lebih baik. “Inilah peran yang kami coba untuk terus usahakan yakni REI sebagai Lokomotif Ekonomi Nasional,” ujar dia. yun/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment