Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Pemilu 2019

38 Eks Napi Koruptor Masuk Daftar Caleg

38 Eks Napi Koruptor Masuk Daftar Caleg

Foto : ANTARA/Puspa Perwitasari
Serahkan Berita Acara - Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman dan Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kiri) saat penyerahan berita acara pengamanan calon presiden dan wakil presiden 2019 di Jakarta, Kamis (20/9).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Sebanyak 38 mantan narapidana korupsi masuk ke dalam daftar calon tetap anggota DPRD provinsi dan DPRD kota/kabupaten.

“Ada 38 orang, hanya yang mengajukan ajudikasi yang diakomodasi KPU provinsi dan kabupaten/ kota,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra, di Gedung KPU RI, Jakarta, Kamis (20/9).

KPU juga telah menetapkan 7.968 orang calon dalam daftar calon tetap (DCT) untuk anggota DPR RI dari 20 partai peserta Pemilu 2019 berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor 1129/PL.01.4-Kpt/06/IX/2018.

Dari jumlah itu, calon laki-laki sebanyak 4.774 dan calon perempuan sebanyak 3.194 orang sehingga persentase keterwakilan perempuan 40 persen.

Untuk DCT anggota DPD, KPU RI menetapkan sebanyak 807 calon untuk 34 daerah pemilihan dengan jumlah calon laki-laki sebanyak 671 dan calon perempuan sebanyak 136 orang.

Dalam kesempatan tersebut, KPU secara resmi menetapkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden peserta Pilpres 2019.

Pada Jumat (21/9), KPU akan melakukan pengundian nomor urut pasangan capres dan cawapres yang akan dihadiri langsung oleh pasangan calon.

Ketua KPU, Arief Budiman, mengatakan setelah penetapan DCT, pihaknya juga telah menindaklanjuti fakta-fakta hukum baru, baik yang diakibatkan oleh putusan ajudikasi pemilu di Bawaslu terkait dikabulkannya eks napi korupsi nyaleg,

maupun putusan judicial review (JR) di Mahkamah Konstitusi terkait Nomor 30/ PUU-XVI/2018 yang dengan tegas melarang pengurus partai politik tak diperbolehkan mendaftarkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah,

serta putusan JR Mahkamah Agung yang telah memutus uji materi Pasal 4 Ayat (3), PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Kabupaten/ Kota terhadap Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pada Kamis (13/9) lalu.

Calon DPD

Sementara itu, KPU juga telah menetapkan tiga dari enam mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota DPD untuk Pemilu 2019.

Ketiga mantan napi korupsi itu, Abdullah Puteh, dari Provinsi Aceh, Ririn Rosyana dari Provinsi Kalimantan Tengah, dan Syahrial Kui Domopou dari Provinsi Sulawesi Utara.

Selain itu, ada dua bacaleg DPD yang merupakan pengurus parpol, namun dicoret dari daftar pencalonan lantaran tidak menyertakan surat pengunduran diri dari kepengurusan partai politik.

“Sudah kami lakukan pencoretan, kami tunggu sampai semalam tidak ada (surat undur diri). Ada Pak Juventus dan Pak OSO (Oesman Sapta Odang). Sampai semalam kami sudah menunggu dan tidak ada surat pengunduran diri disampaikan,” kata Ilham. rag/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment