3 M Paling Ampuh Mencegah Korona | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 29 2020
No Comments
Pandemi Global I Angka Kematian di Atas Rata-rata Dunia

3 M Paling Ampuh Mencegah Korona

3 M Paling Ampuh Mencegah Korona

Foto : Sumber: Covid19.go.id
A   A   A   Pengaturan Font
Kalau semuanya dilakukan dikombinasikan 3M ini, maka akan dapat mengurangi risiko penularan sampai 99,99 persen.

 

JAKARTA – Penerapan pro­tokol kesehatan adalah cara yang paling ampuh untuk mencegah penularan virus ko­rona atau Covid-19. Penerapan protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

“Karena memang senjata yang paling utama untuk me­mutus rantai penularan adalah memaksimalkan 3M,” kata Ket­ua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Sat­gas) Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (29/10).

Dewi mengatakan rajin mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko penularan sampai 35 persen. Jika memakai masker hanya memakai kain berbahan ka­tun tiga lapis risikonya turun sampai 45 persen. Sedangkan masker medis dapat mencegah penularan dengan efektivitas mencapai 70 persen.

Sementara menjaga jarak minimal satu meter mampu mengurangi risiko sampai dengan 85 persen.

“Kalau semuanya dilakukan dikombinasikan 3M ini, maka akan dapat mengurangi risiko penularan sampai 99,99 persen,” ujar Dewi.

Pada kesempatan itu, Dewi juga menjelaskan Satuan Tu­gas Penanganan Covid-19 membuat aplikasi untuk me­mantau penerapan protokol kesehatan dan perubahan perilaku masyarakat.

“Jadi, kita butuh untuk melihat protokol kesehatan secara realtime, terintegrasi dan sistematis. Maka lahirlah sistem monitoring perubahan perilaku yang ada di tengah-tengah masyarakat,” kata Dewi.

Dewi menjelaskan aplikasi ini akan memperlihatkan data terkait kepatuhan masyarakat di suatu lokasi. Data tersebut didapatkan dari para petugas dari Satgas, TNI, Polri, Satpol PP, hingga relawan Duta Pe­rubahan Perilaku.

“Jadi, ada dua yang dibangun sebenarnya satu aplikasi untuk petugas di lapangan yang akan menginput data ber­dasarkan apa yang dilihat pada saat itu juga,” ujarnya.

“Dan yang kedua adalah dashboard-nya untuk melihat hasil dengan cara data yang sangat banyak sudah terkum­pul langsung dianalisis secara cara otomatis,” kata Dewi.

Dewi mengatakan petugas akan memantau sejumlah titik keramaian, seperti pasar, mal, tempat ibadah dan restoran. Kemudian, mereka memantau kepatuhan masyarakat terha­dap protokol kesehatan, antara lain memakai masker, men­cuci tangan, dan menjaga ja­rak (3M). Petugas juga memasukkan data pemantauannya ke aplikasi untuk dianalisis se­cara otomatis.

“Dia tinggal meng-entry data saja jadi bukan proporsi,” ucapnya.

Pasien Meninggal

Di tempat terpisah, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan jum­lah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Indone­sia tercatat ada 13.701 orang atau setara dengan 3,4 persen. Persentase tersebut masih lebih tinggi daripada persen­tase angka kematian akibat Co­vid-19 di dunia.

“Sedangkan jumlah kasus meninggal kumulatif di Indone­sia adalah 13.701 atau 3,4 persen di mana kasus meninggal di dunia adalah 2,63 persen,” kata Wiku di Graha BNPB, Jakarta.

Wiku mengatakan berdasar­kan data Satgas hingga 25 Ok­tober 2020 terdapat 63,2 persen atau 325 kabupaten/kota me­miliki kematian di bawah 10 orang. Kemudian, sebesar 31,7 persen atau setara 163 kabu­paten/kota memiliki kematian 11 sampai dengan 100, serta masih ada 5,0 persen atau 26 kabupaten/kota yang memiliki kematian lebih dari 100.

“Ingat satu kematian saja terbilang nyawa. Kita tidak bo­leh menganggap remeh kema­tian meskipun sedikit,” ujar dia.

Data pemerintah hingga Kamis pukul 12.00 WIB ter­jadi penambahan 3.565 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. n jon/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment