Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments
Perdagangan Orang - 1.100 Warga Asing Diselamatkan

29 WNI Terjebak Sindikat Pengantin Pesanan di Tiongkok

29 WNI Terjebak Sindikat Pengantin Pesanan di Tiongkok

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Mereka diiming-imingi dinikahkan dengan pria Tiongkok kaya raya. Setiap bulan dijanjikan akan dikirimkan uang ke keluarganya di Indonesia.

 

JAKARTA - Lembaga Ban­tuan Hukum (LBH) Jakarta dan Serikat Buruh Migran Indo­nesia (SBMI) yang tergabung dalam Jaringan Buruh Migran (JBM) mengidentifikasi ad­anya dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) warga negara Indonesia (WNI) dengan modus pengantin pesanan di Tiongkok. Menu­rut Sekretaris Jenderal Serikat Buruh Migran Indonesia, Bobi Anwar Maarif, saat ini terdapat 29 perempuan Indonesia yang menjadi korban dalam keja­hatan ini

“Sebanyak 13 perempuan asal Kabupaten Sanggau, Ka­limantan Barat, dan 16 orang perempuan asal Jawa Barat,” ujar Bobi Anwar Maarif di Kan­tor LBH Jakarta, Jalan Dipo­negoro, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/6).

Bobi meyakini apa yang dialami WNI itu adalah tin­dak pidana perdagangan orang. Unsur pidananya itu terpenuhi, baik segi proses, cara, dan eksploitasi. Data ini berdasarkan hasil kajian tim SBMI di Jawa Barat dan Kali­mantan Barat, kemudian hasil koordinasi tim dengan buruh migran di Tiongkok. Adapun yang dimaksud dengan mo­dus pengantin pesanan yakni menikahkan wanita Indonesia dengan laki-laki Tiongkok.

Mereka diiming-imingi dinikahkan dengan pria Tiong­kok kaya raya. Setiap bulan di­janjikan akan dikirimkan uang ke keluarganya di Indonesia. Setelah menikah, pihak laki-laki memanfaatkan korban untuk bekerja di pabrik dengan durasi jam kerja panjang. Setelah pulang dari pabrik, mereka juga harus melakukan pekerjaan rumah membuat kerajinan tangan. Penghasilan mereka diambil pihak suami dan keluarganya.

Bobi mengatakan sejauh ini tiga korban sudah dipulang­kan ke Indonesia. Masih ada 26 korban lain di Tiongkok.

“Jadi dari 29 itu 3 (orang) su­dah dipulangkan (ke Indone­sia). (Sebanyak) 26 orang lain­nya masih bersama suaminya di Tiongkok,” ujar Bobi.

Harus Dibongkar

Sementara itu, penga­cara publik LBH Jakarta, Oky Wiratama,mengatakan kasus ini sudah dilaporkan ke kepoli­sian. Namun hingga saat ini baru satu orang pelaku yang tertangkap.

“Ada satu ditangkap si Jawa Barat, atas nama Cece Vivi. Su­dah ditangani oleh Polda Jawa Barat,” kata Oky.

LBH Jakarta bersama SBMI mendesak kepolisian segera membongkar sindikat penjua­lan orang ini. Oky menduga kasus ini sudah terorganisasi.

Sebelumnya Kepolisian Tiongkok mengungkapkan telah menangkap dan menyela­matkan 1.100 wanita yang ‘di­jual’ di negara itu sebagai istri. Wanita-wanita itu disebut be­rasal dari negara-negara Asia Tenggara.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (22/6), Kementerian Keamanan Publik Tiongkok dalam per­nyataannya menyebutkan 1.100 orang itu diselamatkan dalam operasi gabungan antara Ke­polisian Tiongkok dengan ke­polisian dari Myanmar, Kambo­ja, Laos, Vietnam dan Thailand. Operasi gabungan itu digelar antara bulan Juli hingga Desem­ber 2018. Sedikitnya 17 anak-anak juga berhasil diselamatkan dalam operasi yang sama.

Lebih dari 1.300 tersangka, termasuk 260 warga negara asing, ditahan dalam peng­gerebekan tersebut. “Mereka menculik dan menjual orang-orang dan penipuan perni­kahan,” sebut pernyataan Ke­menterian Keamanan Publik Tiongkok. Ant/AFP/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment