Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Laporan ADB

22 Juta Orang Indonesia Menderita Kelaparan

22 Juta Orang Indonesia Menderita Kelaparan

Foto : ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA
BUTUH INVESTASI I Warga mengambil air dari sumur galian di dasar waduk kering di Desa Simo, Grobogan, Jateng, beberapa waktu lalu. ADB menyatakan sektor pertanian Indonesia membutuhkan tambahan investasi.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) melaporan sebanyak 22 juta pendu­duk Indonesia menderita kelaparan dalam kurun waktu tahun 2016–2018.

“Banyak dari penduduk yang tidak memperoleh makanan yang cukup dan anak-anak cenderung stunting. Pada 2016–2018, sekitar 22 juta orang di Indonesia menderita kelaparan,” demikian isi dari laporan bertajuk Policies to Support Investment Re­quirements of Indonesia’s Food and Agriculture Development During 2020–2045 yang dibuat ADB dan In­ternational Food Policy Research In­stitute (IFPRI) yang dipublikasikan pada Kamis (7/11).

Kondisi kekurangan pangan ini di­sebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya sektor agraria dan pertanian yang menurun sejak 1975, sehingga mempengaruhi pertumbuhan eko­nomi. “Mulanya sektor pertanian me­nyumbang 30 persen, selang 10 tahun menurun menjadi 23 persen, lalu menjadi 15,3 persen pada 2010 dan berakhir menjadi 13,1 persen pada 2017,” tulis laporan tersebut.

Begitu pula dengan sistem penye­rapan tenaga kerja juga berlangsung lamban. Selain itu, distribusi pangan juga disebutkan tidak merata dan menjadi masalah paling krusial.

Berdasarkan fakta tersebut, pe­ringkat Indonesia kalah dari Singa­pura yang menempati urutan perta­ma Indeks Keamanan Pangan Global (GSFI) yang dirilis Economist Intelli­gence Unit (The Economist 2018).

Indonesia menempati urutan ke- 65 dari total 113 negara. Sementara negara tetangga Malaysia ada di urut­an ke-40, Thailand ke-54, dan Viet­nam ke-62.

Kendati begitu, ADB menyebut­kan Indonesia mampu bebas dari kasus kelaparan sekitar tahun 2030– 2045. Dengan syarat ada peningkatan di sektor pangan, mulai dari investasi pertanian dan modernisasi sistem pasar pangan.

Selain itu, untuk mencapai keta­hanan pangan, perlu adanya sinergi antara investasi dan penerapan ke­bijakan untuk menciptakan peluang dan efisiensi lantaran tak bisa dilaku­kan secara instan.

Investasi Pertanian

ADB menyatakan sektor pertanian di Indonesia masih sangat membutuh­kan tambahan investasi dari pemerin­tah. Perlu ada peningkatan infrastruk­tur serta riset pertanian agar kebutuhan pangan di dalam negeri bisa dipenuhi dan angka kelaparan berkurang.

Menurut ADB, sektor pertanian dan ekonomi memang telah membuat ke­majuan selama beberapa dekade ter­akhir. Investasi di bidang pertanian dinilai mendesak untuk digenjot demi mengurangi angka kelaparan.

“Menghapus angka kelaparan di Indonesia memerlukan peningkat­an investasi di sektor pertanian dan perdesaan untuk memacu produk­tivitas, modernisasi sistem pangan, dan meningkatkan efisiensi pasar pa­ngan,” kata Ketua Tim Peneliti, Mark W Rosegrant. Ant/ers/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment