Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments

2020, Mobil Listrik Tancap Gas

2020, Mobil Listrik Tancap Gas

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Teknologi mobil Nissan Note e-Power merupakan perpaduan generator berbahan bakar fosil dan baterai. Sedangkan Leaf menggunakan baterai.

Era mobil listrik bakal dimulai tahun depan. Kendaraan yang masuk katagori ramah lingkungan itu akan meramaikan jalanan di Tanah Air. Para agen pemegang merek (APM), bahkan sudah siap untuk menjual mobil listrik secara masal.

Setelah keluarnya Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang kendaraan berbasis baterai keluar, para APM semakin bersemangat untuk memasarkan mobil listrik maupun hibrida mereka. Selain akan mendapatkat banyak insentif, tentu saja akan banyak infrastruktur yang akan didirikan.

Nissan, misalnya, akan merilis dua kendaraan ramah lingkungannya, tahun depan. Nissan mobil listrik akan masuk ke pasar Indonesia dengan mengusung Nissan Note e-Power dan Nissan Leaf pada 2020.

Keduanya memiliki teknologi berbeda. Nissan Note e-Power merupakan perpaduan generator berbahan bakar fosil dan baterai. Sedangkan Leaf menggunakan baterai murni.

Sebenarnya baik Leaf maupun Note e-Power bukan hal asing bagi masyarakat otomotif di Indonesia. Keduanya telah beberapa kali tampil pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) maupun Indonesia International Motor Show (IIMS).

Presiden Direktur PT NMI Isao Sekiguchi, mengatakan, ia belum bisa menentukana tanggal dan bulannya. “Sampai saat ini masih mempelajari lebih tepatnya kapan kedua produk ini akan masuk Indonesia,” kata Sekiguchi di Karawang.

Sistem penggerak motor listrik Note e-Power dari Nissan merupakan solusi inovatif untuk mulai memperkenalkan kendaraan bertenaga listrik di Indonesia.

Mobil jenis hatchback ini bukan mobil listrik murni namun juga bukan mobil berbahan bakar fosil. Mobil ini, menurut Eiichi, merupakan terobosan dan jembatan menuju mobil yang lebih ramah lingkugan di masa depan. Sambil menunggu penyempurnaan pada baterai listrik dan juga perluasan infrastruktur pengisian daya baterai Note E Power menjadi solusinya.

Mobil yang pertama kali dikenalkan di Jepang pada November 2016 , memiliki keunikan. Tidak seperti mobil dengan penggerak motor listrik umumnya mobil ini menggunakan pengisian internal yaitu menggunakan mesin bakar berukuran kecil untuk mengisi baterinya lithium ion-nya.

Ia mengatakan, mesin bensin yang tersemat di model ini, yaitu tipe HR12DE 1.2L dengan kapasitas tangki BBM sebesar i 41 liter. Mesin Note e- Power layaknya genset untuk menghasilkan listrik. “Dengan cara ini, emisi bahan bakar bisa ditekan hingga 64 mg per km. Bandingkan dengan mesin kovensional yang emisinya mencapai 100 mg per km,” ujar dia.

Nissan Note e-Power bisa menempuh jarak 37,2 kilometer atau sekitar 1.480 kilometer saat tangka diisi penuih yaitu dengan volume 40 liter. Dengan konsumsi BBM yang irit, mobil ini sebagai jalan tengah untuk menekan jumlah emisi kabron, dan menjadi solusi jangka pendek mengatasi kelemahan mobil listrik.

Sekiguchi mengatakan berdasarkan survei internal baik Note e Power dan Leaf cukup diminati konsumen di Indonesia, meski nantinya banderolnya akan terasa lebih mahal, karena harga baterainya masih tinggi. “Nantinya harga mobil akan turun jika harga baterainya sudah semakin murah,” kata Sekiguchi.

Nissan Leaf menjadi andalan Nissan pada teknologi mobil listrik, Sejak awal diciptakannya, Leaf berhasil menyabet penghargaan Green Car Vision Award ditahun 2010, kemudian European Car of The Year pada tahun 2011, Car of The Year Japan pada 2011-2012, dan terakhir World Car of The Year ditahun 2011. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment