Koran Jakarta | December 19 2018
No Comments

2019, Transformasi Digital Kian Melesat

2019, Transformasi Digital Kian Melesat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Adopsi teknologi innovation accelerator (IA) yang sangat cepat, seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI) dan Augmented & Virtual Reality (AR/VR), akan mendorong perubahan bagaimana manusia bekerja.

Hasil riset IDC bersama dengan Lenovo berjudul DC InfoBrief, Powering Intelligent Transformation, menyebutkan pada 2020, millenial akan menempati lebih dari 50 persen tenaga kerja di Asia Pasifik. Bersama dengan teknologi yang berkembang mereka akan mendorong transformasi dunia kerja tahun depan. Pada 2019, diperkirakan otomasi akan mencapai 25 persen dari proses pengembangan dan operasional.

Langkah ini menghasilkan 15 persen peningkatan produktivitas IT dan membutuhkan IT untuk mendefinisikan ulang kemampuan serta mengatur pekerja digital. Menurut IDC akan terjadi kolaborasi antara bot dan manusia dan akan menjadi kunci transformasi digital di era Industry 4.0 pada 2019.

Otomatisasi akan membantu membebastugaskan lebih banyak manusia dan sumber daya lainnya agar lebih fokus pada tugas yang lebih strategis. “Pengadopsian teknologi cerdas dan solusi cerdas akan memberikan kemampuan pada perusahaan untuk mewujudkan tempat kerja yang lebih cerdas dan efisien di masa depan,” ujar Direktur Enterprise Lenovo Asia Pacific. Eddie Ang di Jakarta.

Ia mengajak agar perusahaan berinvestasi pada Device-as-a-Service, AI, dan AR untuk memenuhi tuntutan pengguna akan mobilitas, fleksibilitas, dan konektivitas pengalaman buatan. Dengan demikian perusahaan akan mampu meningkatkan pengalaman pegawai dengan menciptakan tempat kerja yang lebih cerdas, lebih aman, produktif, dan kolaboratif.

“Teknologi saat ini berubah dengan amat sangat cepat, dan akan terus berevolusi serta mendorong produktivitas, kolaborasi, dan efisensi dalam berbagai cara.

Namun, teknologi hanyalah satu unsur dan transformasi Masa Depan Kerja bukan hanya tentang otomatisasi atau pemanfaatan teknologi,” kata Direktur Pelaksana IDS ASEAN Sudev Bangah.

Perusahaan perlu fokus pada transformasi holistik dan mengembangkan model bisnis yang mengutamakan pengalaman, baik di depan, belakang, dan tengah. Formasi ini digabungkan dengan struktur yang sangat lincah (agile) yang bisa terus beradaptasi. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment