Koran Jakarta | December 16 2018
31 Comments
Penerimaan Mahasiswa Baru | Seleksi Model “Test Center” Mulai Dirintis

2019, SBMPTN Akan Dihapus

2019, SBMPTN Akan Dihapus

Foto : ISTIMEWA
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir.
A   A   A   Pengaturan Font
Ke depan, proses seleksi akan lebih melihat potensi akademik dan kemampuan seseorang.

 

JAKARTA – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mewacanakan model penerimaan mahasiswa baru melalui Pusat Layanan Tes (“Test Center”) di 2019. Model baru ini akan menggantikan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur tulis atau Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruaan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan jumlah peserta SBMPTN dengan metode Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di 2018.

Menurut Nasir, UTBK ini akan menjadi embrio model penerimaan mahasiswa baru melalui “Test Center” yang akan diterapkan mulai tahun depan.

Pusat Layanan Tes ini merupakan salah satu terobosan yang akam menitikberatkan pada penggalian potensi akademik calon mahasiswa. “Selama ini kan model SBMPTN selalu ujian tulis, dan sangat tinggi risiko kebocoran soal, dan mata uji yang diujikan belum tentu pas,” kata Nasir, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ke depan, kata Nasir, proses seleksi akan lebih melihat potensi akademik dan kemampuan seseorang. “Kadang saat anak di sekolah SMA, dia anaknya kurang rajin karena terbatas oleh fasilitas sekolahnya, ada anak SMA fasilitasnya lengkap tersedia semuanya. Ini kan hasil SBMPTN-nya pasti akan beda,” jelasnya.

Padahal, menurut Nasir, kemampuan akademiknya sangat mungkin sama. “Nah, ‘Test Center’ inilah yang akan menggantikam agar sistem tes seleksinya tidak seperti SBMPTN ini lagi,” terangnya.

Dengan begitu, Nasir berharap seleksi masuk PTN tahun depan hanya ada SNMPTN dan menghapus model SBMPTN. Model seleksi di “Test Center” ini tidak hanya dibuka satu kali dalam setahun, namun sepanjang tahun. “Ya dengan diterapkan ya sistem ini, maka SBMPTN rencananya dihapus tahun depan, harapan saya jadi hanya ada SNMPTN saja,” tambahnya.

Ketua Panitia SNMPTN /SBMPTN 2018, Ravik Karsidi mengatakan dengan model “Test Center” memungkinkan siswa untuk mengikuti tes PTN lebih dari satu kali. “Penyelenggaraannya bisa lebih dari dua kali, mulai semester 5 ketika siswa sudah yakin maka boleh masuk test center ini,” papar dia.

“Pada prinsipnya, kata Ravik, keberadaan “Test Center” akan memberi kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan tes seleksi,” katanya.

Secara terpisah, pemerhati pendidikan, Totok Amin Soefijanto, berpendapat seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebaiknya dilakukan oleh lembaga independen.

“Melalui lembaga yang independen lebih adil bagi calon mahasiswa. Mereka tes beberapa kali, sementara dari sisi perguruan tinggi dapat mengukur kompetensi dengan lebih akurat,” ujar Totok Amin Soefijanto yang pemerhati pendidikan dari Universitas Paramadina.

Menurut Totok, dengan lembaga independen yang melakukan tes maka sama seperti seleksi calon mahasiswa di Amerika Serikat, yang menggunakan skema SAT Reasoning Test atau SAT yang dilakukan lembaga independen.

Totok mengatakan selama ini penerimaan mahasiswa baru di Tanah Air, belum berdasarkan tes minat dan bakat, serta kompetensi dasar untuk bidang studi yang dituju.

Kegiatan SNMPTN

Dalam kesempatan tersebut, Menristekdikti meluncurkan secara resmi dimulainya kegiatan SNMPTN) dan SBMPTN) tahun 2018. Mulai hari ini, Sabtu (13/1) sekolah sudah mulai dapat mengisi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) untuk mengikuti seleksi di jalur SNMPTN. Tahun ini jalur penerimaan mahasiswa baru masih dilakukan melalui SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri.

Jalur SNMPTN, yaitu seleksi berdasarkan hasil penelusuran prestasi dan portofolio akademik siswa yang bersumber dari Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Sedangkan SBMPTN, seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dengan metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.

Sementara, Seleksi Mandiri, yaitu seleksi yang diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN dan dapat memanfaatkan nilai hasil SBMPTN. “Jumlah komposisi daya tampung pada setiap program studi PTN untuk ketiga jalur tersebut masih sama dengan tahun lalu. Di mana distribusi untuk SNMPTN paling sedikit 30 persen, SBMPTN paling sedikit 30 persen, dan seleksi Mandiri paling banyak 30 persen,” pungkas Nasir. cit/E-3

View Comments

Asri
Selasa 31/7/2018 | 02:18
Ini kurang adil untuk kami para alumni yang sudah mempersiapkan sbmptn dari awal
Amalia
Sabtu 28/7/2018 | 18:21
saya mau nanya , itu tes center materi yang diujikan apa saja ? apa materi seperti SBMPTN? , saya sudah belajar buat sbmptn, dan saya pejuang 2019 ,masa saya sia sia belajarnya ? terimakasih pa :) saya harap matero tes center mirp seprti materi sbmptn :) cuma tahapnya yang berbeda
LA
Minggu 22/7/2018 | 16:38
Dan juga kami menganggap para koruptor" tersebut adalah orang yg tak berperi kemanusiaan dan tak berperi kesejahteraan karena mereka rela membiarkan orang lain menderita hanya untuk memperkaya dirinya sendiri.
saya harap laporan saya ini dapat di proses dan di pahami dengan tepat dan pemerintah terutama Bapak kemenristekdikti yang terhormat dapat memberikan tambahan keputusan yang terbaik dan dapat menindaklanjuti pendapat saya.
Terimakasih
LA
Minggu 22/7/2018 | 16:28
permisi buat bapak kemenristekdikti saya mohon dan saya berharap untuk bapak kemenristekdikti untuk sistem pendaftaran dan penerimaannya itu sesuaai dengan SBMPTN sebelumnya yaitu untuk peserta seluruh indonesia yg tidak lolos pada SBMPTN 2018 maupun 2017 dapat di ikutkan dan di beri peluang yang sama dalam penerimaannya dalam setiap PTN. dan tindak memperdulikan atau mempertimbankan lulusannya dari sekolah mana karena ini sistemnya tes bukan nilai.
Kalau bisa untuk tes SNMPTN 2019 juga di hapus dan di ganti dengan TESTCENTER gelombang 1 sehingga untuk tes SBMPTN 2019 menjadi TES CENTER gelombang 2.
saya harap usulan saya di terima. Karena jaman sekarang ini kelicikan terjadi dimana" tanpa melihat tempat dan posisi jadi intinya untuk nilai itu bisa di beli dan di modifikasi bahkan nilai itu bisa di dapat dengan menyontek entah menyontek sendiri atau dapat bocoran" dari beberapa pihak. selain itu kurangnya keketatan pengawas ujian yg mendorong keinginan menyontek dengan demikian maka kemungkinan besar siswa menyontek di kelas itu sangat besar. dan gac semua pengawas itu sesuai aturan undang - undang dalam menjalankan tugasnya itulah salah satu hal yang membuat moral dan jiwa asli bangsa indonesia menjadi tidak seperti dulu lagi, dan itu juga yang membuat bisanya para koruptor" dan pejabat" negara bisa memimpin negara yang dimana tidak meajukan bangsa tapi malah menghancurkan bangsa demi kesengan pribadi
LA
Minggu 22/7/2018 | 16:07
hey lu mike tyson itu sebenere gc bermasalah tentang penilaiannya tau. itubelakangan.
tapi program pemerintah tuuu buat jangkau dan memahami posisi keadaan siswa siswi yg kurang dapat fasilitas yg memaadai di SMA atau SMK atau SLTAnya tau. jangan mikirin hidup lu doang saya jg gac lolos di SBMPTN 2018. tapi ue tetep sabar. karena tuhan yang maha esa gac ngijinin di terima agar gac sombong. lu enak lulusan SMA tapi kite"ni anak SMK yg agak terbebani karena tujuannya kerja tp malah di suruh minimal D3 tau.
mau gac mau harus bersaing ma ank SMA yg terfasilitasi dalam bidang pendaftaran snmptn maupun sbmptn. tapi kita ........... pikir o coba. jadi kemenristekdikti tu adiltau. dan programe bagus dan pernyataanne betul tauuu karena gax anak SMA aja yg mau kuliah tapi SMK jg lebih kasia kita tau karena kurang adanya dukungan" di beberapa PTN dalam nerima kitaaaaa. Tapi di kedepanin anak SMA trusss selekji uji tulis tuuuu kan bisa di bobol soale kan kita gac tau tentan isi hati dari setiap pegawai atau pengurus atau pihak" tertentu dalam penyelenggaraan tes SBMPTN tauuuu
dipsi
Minggu 22/7/2018 | 12:28
Bagi angkatan 2019 ataupun alumni yang mau mengulang, jangan merasa belajar kalian sia - sia, karena dari segala proses yang kalian lakukan pasti akan menambah pengetahuan kalian sendiri kan :)

Fun fact: Anak lulusan sbm dan ujian tulis lainnya saat di PTN cenderung memiliki daya dan semangat juang lebih tinggi saat menempuh studi

Kalau saran saya, mendingan ga usah ada jalur undangan (kecuali khusus olimpiade), pakai jalur tulis aja semua
Mike Tyson
Kamis 19/7/2018 | 11:17
2018 jadi tahun kedua Saya ikut SBMPTN, harapan Saya sangat besar terhadap SBMPTN tahun ini. Dan waktu pengumuman kemarin Saya tidak lolos. Lagi. Lalu Saya coba mencari tahu siapa saja teman-teman Saya yang lolos. Dan kebanyakan, mereka yang mengisi semua jawaban walaupun mereka juga tidak yakin benar atau tidak (ngarang) banyak yang diterima. Padahal Pak Ravik sebelumnya bilang bahwa jika ada soal yang tidak bisa dikerjakan, lebih baik dikosongkan saja.

Jika memang tahun depan tidak ada SBMPTN lagi, kenapa tahun ini sistem penilaian diganti? Apakah tahun depan sistem penilaian tetap seperti ini?
Irwan
Rabu 18/7/2018 | 11:40
Akhirnya, ada juga menteri yang berani bikin dobrakan baru dengan menghapus sistem yang telah memporakporandakan proses transisi dari pendidikan dasar/menengah ke pendidikan tinggi ... Setuju dengan penghapusan SBMPTN ! ... jadi untuk gantinya model seperti SAT plus tes independen yang lebih bertujuan untuk menggali potensi kemampuan daripada sekedar persiapan soal model SBMPTN yang pola materi soalnya juga sudah bisa ditebak dari tahun ke tahun sehingga menjadi bahan bisnis utk lembaga2 bimbel yang muahalnya minta ampun ...
khairunnisa Saritilawah
Senin 16/7/2018 | 19:20
Assalamualaikum pak,

sebelumnya saya minta maaf jika opini saya kurang berkenan di hati anda tapi saya rasa keputusan menghapus SBMPTN itu tidak wajar, kenapa? Pertama, nilai SNMPTN pasti belum tentu murni dan banyak terjadi kecurangan. Kalau perlu kuota SNMPTN dikurangi. kedua, seandainya ada TEST CENTER kemungkinan untuk bangsa indonesia korupsi lebih besar soalnya test diselenggarakan langsung bukan melalui paper test. ketiga, SBMPTN lebih akurat dari pada test yang lain karena semua orang yang ikut pasti mengandalkan intelektualnya jadi kecerdasan anak sbmptn harusnya tidak bisa diragukan.

Mohon dipertimbangkan lagi keputusannya pak, saya selaku pejuang sbmptn 2019 mendukung bahwa SBMPTN tidak boelh dihapuskan.

Terima kasih,
Wasalamualaikum
Karin
Jumat 13/7/2018 | 22:46
pak menurut saya kalo mau mengganti sistem kaya gitu harusnya ada voting atau minimal harus ada penyuluhan terlebih dahulu dong, jangan asal main bikin wacana mengganti sistem dadakan. Terus gimana yang udah persiapan buat sbmptn tahun depan? lagian kan kebanyakan kekurangan sistemnya justru dari snmptn yang belum tentu murni bukan sbm
Rana tahany hidayat
Kamis 12/7/2018 | 21:40
Pak saya mohon pak putuskan dengan sungguh sungguh dan jawab kami
Saya tidak lolos SBMPTN tahun 2018 ini pak jadi saya memutuskan untuk mencobanya tahun depan, ingin mencoba Mandiri tapi biaya mahal pak.
Dengan Test Center apakah masih ada kesempatan bagi anak anak seperti saya yang berhenti dulu ini pak?
Pak di SBMPTN lah kesungguhan anak pak, dilihat betapa inginnya anak anak seperti saya ingin melanjutkan sekolah yang tinggi, disinilah kita sungguh sungguh pak.
Saya tanya lagi pak
Kalau memang Test Center di laksanakan tahun depan gimana anak yang tidak lolos tahun ini apakah bisa mencobanya juga, apa materinya tetap sama dengan SBMPTN.
putri
Kamis 12/7/2018 | 20:37
tolong banget bantu meringankan pelajar yang ingin masuk ptn pak dan tolong jangan menghapus sbmptn karna sbmptn buat pelajar yang tidak keterima di ptn meelalui snmptn pak atau tidak lulus di snmptn pak. jangan ubah peraturan sebelumnya menjadi peraturan baru pak. dan karna sbm juga siswa/siswi dalam giat belajarnya untuk cita2nya yang mereka inginkan pak mereka berusaha agar bisa lolos dan keterima di ptn yang mereka inginkan yang melalui jalur SBMPTN tersebut,, bapak yang terhormat
yaya
Kamis 12/7/2018 | 14:51
Assalammualaikum bapak/ibu

kenapa tidak snmptn yang di hapus?banyak murid jaman sekarang yang ulangan pun mencontek lewat hp, otomatis kalau seperti itu tidak adil untuk kami yang berjuang belajar

belum lagi kalau di adakan tes center belom tentu semua orang tidak akan berlaku curang, kalau datang langsung ke tempat ujian kan ada pengawas. kalau soal biaya sebenarnya itu adalah resiko, setiap kegiatan yang kita lakukan. kembali lagi pada diri kita,kalau kita bersungguh-sungguh, usaha kita tak akan sia-sia, uang bukan jadi alasan. Kalau ada niat pasti ada jalan. Semua punya usaha masing-masing
Jamal
Kamis 12/7/2018 | 08:31
Assalamualaikum , pak tolong di pikir-pikir lagi .
Menurut saya siswa yg ikut SBMPTN dialah siswa yg luar biasa .. Kenapa luar biasa ???
Iyaa karna siswa tersebut mempelajari atau mengasah dalam ilmu yg di pelajari , baik tes potensi akademik ,shosum,sains dll . untuk bisa lulus dan mau maju buat meraih PTN . maaf pak , kalo alasannya SBMPTN itu kurang efektif , knapa bisa? Ya karna soalnya banyak bocoran .
SBMPTN itu kan setiap tahun soalnya berubah" yah bagaimana bisa tau siswa yg ikut tes, dari kementrian Soal SBMPTN itu beda" dari tahun ke tahun .
Yg dapet SNMPTN itu siswa yg pintar dan SBMPTN itu hanya siswa yg malas ??
Loh kok bisa ?? Justru siswa yg ikut SBMPTN itu lebih jelas , karna langsung praktek ujian bukan sekedar nilai yg di samarkan.berbeda dengan SNMPTN mengandalkan nilai yg belum tentu nilai murni .

Minta tolong jangan di hapuskan sistem yg dulu .
Karna sistem dulu itu lebih bagus lebih jernih lebih efektif , supaya anak" di indonesia bisa raih PTN yg di impikan .

Percayalah , KESEMANGATAN anak SBMPTN itu lebih membakar di banding anak SNMPTN .
Kita bisa lihat perjuangan SBMPTN :) dia belajar suapaya keterima .
Ok trimaksih , saran saya
Assalamualaikum wr wb
Ngumar Al-Khawarizmi
Selasa 10/7/2018 | 06:48
Salam Hormat, Pak Menristek Dikti ..
Seandainya, Sistem Penerimaan PTN di negeri ini selalu di ubah² apa tidak menjadi beban berat bagi kami seorang pelajar yg akan naik ke jenjang lebih tinggi ?
pd tahun lalu , sistemnya sama mereka bisa optimal prepare for best PTN. lalu yg sekarang mulai berbeda, dan kini ujian makin berat.. apa tidak sebaiknya t7an mereka ttp lurus Dg sistem yg baik. alias SBMPTN tetap ada.
agar dari setiap instansi (PTN) mampu memiliki mahasiswa Of the best , karena persiapan yg Mantappp.
terimakasih.
alfi
Senin 9/7/2018 | 20:25
ya allah kacau sudah masa depanku
Piu
Minggu 8/7/2018 | 06:58
Tolong gak usah di hapus sbmptn klau mau hapus snmptn aja... Gak usah di ubah jadi tes center.. Tolong jangan jadikan kami kelinci percobaan.. Apakah anda tau rasanya di tolak ptn yg kami inginkan padahal kami sudah mempersiapkannya secara matang2 dan pada akhirnya sistemnya berubah lagi... Sudah cukup sistem penilaiannya yg di ubah yg rata2 lulus kebanyakan yg hoki dengan sistem tebak tebakan... Dan tahun depan sbmptn mau di ubah jadi tes center yg dimana kita tak tau bagaimana bentuk soalnya. Susahnya kuliah di ptn negara sendiri :v
Siti Iliyo
Selasa 3/7/2018 | 18:21
Assalamu'alaikum, Bapak Menteri yang terhormat
Sebelumnya, saya sebagai pelajar Indonesia sangat mencintai Negara ini dan berharap sistem pendidikannya semakin baik setiap tahun. Saya kurang setuju dengan wacana ini, sebaiknya yang dihapuskan adlah SNMPTN karena jalur ini tidaklah adil menurut saya terutama bagi pelajar di daerah terpencil yg ingin berkuliah di PTN di luar daerahnya. Jalur ini jga mengukur dri nilai rapot yg belum tentu itu adlah nilai asli siswa. Untk SBMPTN, sebaiknya tdk dihapuskan tetapi diperbanyak seperti wacana Bapak Test Center. Juga kuota untk jalur ini diperbesar karena menurut saya banyak pelajar yg berpotensi dan berprestasi tidak lulus krna kuota yg terlalu sedikit. Saya juga sdh belajar untk SBMPTN jika jalur ini dihapuskan tahun dpn, maka persiapan saya sia2. Sekian dan terima Kasih..
Hermiwati
Rabu 27/6/2018 | 22:02
Maaf pak, saya alumni angkatan tahun 2017 yg gagal sbmptn d tahun itu yang ingin berjuang d tahun 2019, apakah saya masih bisa ikut d tahun 2019? Nah kalo sbmptn d hapus, gmna dg persiapan saya, apakah sistem materi soal test centre itu sesuai dg sistem soal sbmptn? Atau lebih sulit d karenakan test ini lebih mudah untuk meringankan siswa terhadap biaya.
Dan saya juga tidak setuju pak jika snmptn di pertahankan bisa saja para siswa itu berbuat curang untuk mendapatkan nilai tinggi yang terkadang tidak sesuai potensi yang dimiliki, karena di snmptn besar pengaruhnya terhadap nilai yg tinggi tanpa memperhatikan potensi siswa dan banyak siswa berpotensi tersisihkan di karenakan kalah dari kecurangan siswa yg nilainya tinggi, menurut saya bapak harus lebih memperhatikan potensi d banding nilai yg belum tau nyatanya akan potensi siswa, berilah kemudahan untuk siswa yg berpotensi pak,.sekian terima kasih pak
Tami
Minggu 24/6/2018 | 13:03
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bagi saya, dalam kemajuan teknologi dibidang pndidikan juga penting, tapi mana kalanya pada persiapan juga harus matang. Wacana tentu ada tapi jangan sekaligus mengklaim hilangnya SBMPTN. Kan banyak siswa yang sudah mempersiapkan diri sejak awal. Sayang kalau usahanya terbuang sia-sia. Apalagi tahun depan akan pergantian presiden, jadi secara otomatis susunan program juga akan berbeda lagi. Selain itu, tentunya diperlukan dana yang besar dari segala persiapan . Jadi, saran saya secara pribadi, untuk memaksimalkan, ada kalanya persiapan dimulai dari awal dan pelaksanaannya juga ditahun berikutnya (2020) untuk memastikan bahwa dalam penyelenggaraan berlangsung secara merata dan tepat.
Meira Sahda
Rabu 20/6/2018 | 13:25
Menurut saya hal tersebut tidak efektif, kenapa bukan sistem SNMPTN yang dihapus? Dilihat dari progress anak anak yg belajar di sekolah sebagian besar dari mereka banyak yg bertindak licik hanya untuk mendapatkan nilai yg besar. Contohnya ketika menghadapi ulangan harian, saya dan teman yang lain bersusah payah belajar sementara anak lainnya justru dengan senang hati mencotek ya dari temennya atau dari ponsel. Saya kurang setuju kalau nilai rapot sekolah dijadikan titik acuan sebagain penilaian untuk masuk ke universitas. Saya sendiri yang sekarang baru naik ke kelas 12 merasa hal ini cukup membebani saya dan mungkin siswa siswa lain. Dan juga angkatan kakak kelas saya yg sekarang lulus sangat terbebani. Jadi, tolong pertimbangkan segala sesuatu dengan matang jangan jadikan para siswa sebagai kelinci percobaan. Apakah pihak pemerintah tidak memikirkan resiko yg harus ditanggung para siswa demi terwujudnya rencana kalian yg bahkan belum pasti dan tidak bisa dipertanggungjawabkan 100%. Sebagai pemerintah harusnya bisa memikirkan sesuatu matang matang, bagaimana caranya membuat satu rencana berhasil tanpa harus menghadirkan resiko yg besar.
Ron
Kamis 14/6/2018 | 05:47
pak. saya kurang setuju kalau yang dihapus sbmptn. karena budaya mencontek di kalangan murid masih kuat apalagi jika nilai raport tersebut akan berpengaruh dalam perguruan tinggi nanti dan nilai snmptn itu dari raport sma yang nilainya ia dapatkan dari belajar di sma dengan soal ujian yang setara dengan sma bukan perguruan tinggi sedangkan soal sbmptn itu lebih sulit dari soal ulangan sma.
Ica
Rabu 13/6/2018 | 19:41
Saya kira yg akan dihapuskan justru snmptn, seperti yg diketahui praktek katrol nilai dan praktek les guru yg mengakibatkan guru lebih memperhatikan murid yg les kepadanya masih sering terjadi, lalu ketidak jujuran murid pd saat ulangan dan tugas demi nilai justru membuat kita meragukan kemurnian nilai tersebut dan itu mengakibatkan ketidakadilan bagi para pejuang snmptn lainnya.
Hendra
Selasa 15/5/2018 | 20:32
Until yang ada yes keterampilan sistemnya Di usah juga kah??
Raissa Azzahra
Kamis 10/5/2018 | 20:50
Apa angkatan tahun 2018 cuma kelinci percobaan saja? Hahaha
Saya pikir yang akan di hapus justru SNMPTN karena dapat dilihat dgn jelas ada bbrp sekolah yang dapat dibayar untuk menaikkan nilai siswa.

Sistem pendidikan di Indonesia sudah kacau pak. Jangan makin di aduk-aduk seperti ini. Kalo bapak ingin sistem yang bagus adaptasi saja sistem pendidikan luar negeri (dengan catatan pemberitahuannya JELAS dan TIDAK TIBA-TIBA. Minimal 4 tahun sebelum dilaksanakan agar semua pihak siap).
Neni Nur
Kamis 10/5/2018 | 07:10
Bagaimana sistem untuk kita yang tidak lolos tahun2018?
Gilang
Rabu 9/5/2018 | 05:46
Sistem taun ini baru diganti, taun depan SBMPTN dihapus, angkatan 2018 cuma jadi kelinci percobaan nih ?
Rivan Purwanegara
Selasa 10/4/2018 | 00:40
Pa bagaimana dengan peserta yang misalkan tak lulus SBMPTN tahun 2018 ini, lalu ingin mengulang tahun depan (2019).
Senjani
Sabtu 31/3/2018 | 19:45
kalau alumni sistemnya sama saja?
Aqil Arinal Haq
Jumat 16/3/2018 | 06:34
Pa saya mau nanya , itu tes center materi yang diujikan apa saja ? apa materi seperti SBMPTN? soalnya saya sudah bljr sbmptn dari kls x , dan saya pejuang 2019 ,masa saya sia sia belajarnya ? terimakasih pa :) saya harap matero tes center mirp seprti materi sbmptn :) cuma tahapnya yang berbeda
julianto
Kamis 25/1/2018 | 13:40
indonesia jaya.

Submit a Comment