Koran Jakarta | August 23 2017
No Comments
Energi Terbarukan I Sebanyak 103 Ribu KK Bakal Dapat Listrik Energi Surya

2.500 Desa Dipasangi Panel Surya

2.500 Desa Dipasangi Panel Surya

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Program panel surya masuk desa sebagai kelanjutan dari kebijakan pemerintah yang telah mencabut subsidi terhadap lebih dari 18 juta pelanggan golongan 900 volt ampere (VA).

JAKARTA – Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman memastikan saat ini pemerintah sedang menyusun regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres) terkait pemasangan panel surya untuk ribuan desa di pelosok. Kebijakan tersebut bakal mengatur pemasangan panel surya bagi 2.500 desa.

Menteri Koordinator bidang Maritim, Luhut B Pandjaitan, mengatakan program ini sebagai kelanjutan dari kebijakan pemerintah yang telah mencabut subsidi terhadap lebih dari 18 juta pelanggan golongan 900 volt ampere (VA). 

“Dana itu dialihkan untuk melistriki desa-desa yang belum dialiri listrik. Setiap rumah tangga akan mendapatkan satu panel surya yang bisa digunakan secara bersama. Itu khususnya di desa-desa terpencil yang mayoritas terletak di Indonesia Timur,” kata Luhut melalui keterangannya di Jakarta pada Minggu (29/1).

Luhut melanjutkan bahwa pemerintah sangat serius untuk menambah daya listrik hingga menjadi 20 ribu megawatt (MW) pada tahun 2019 serta meningkatkan rasio elektrifikasi hingga lebih dari 97 persen pada tahun tersebut. Itu juga untuk memuluskan rencana pencapaian rasio elektrifikasi hingga 98 persen pada 2025.

Seperti diketahui, Presiden RI Joko Widodo menargetkan pembangunan pembangkit listrik dengan total kapasitas mencapai 114 ribu megawatt (MW) atau 114 gigawatt (GW) pada 2025. Penambahan pasokan listrik hingga 2025 ini tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Secara terpisah, Direktur Jenderal, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EBTKA ESDM), Rida Mulyana, menyebutkan jika tahun ini sekitar 103 ribu Kepala Keluarga (KK) bakal mendapatan aliran listrik berbasis energi surya PLTHM.

Dirtjen EBTKE, jelas Rida, telah meneken kontrak pengadaan barang dan jasa senilai 80,91 milliar rupiah untuk 18 paket kegiatan fisik maupun nonfisik dalam Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Tahap I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017.

Proyek pembangunan fisik yang telah ditandatangani kontraknya tersebut ialah 10 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 556 watt peak (wp). “Itu untuk melistriki 1.500 KK di Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua serta Papua Barat. Rinciannya, NTT 4 unit sementara Papua dan Papua Barat unit,” terangnya.

Adapun 10 unit itu merupakan bagian dari melistriki 59 desa dengan target 8 ribu KK. Sementara secara keseluruhan sektor tersebut berencana untuk melelang 106 paket dengan nilai pagu 664 milliar rupiah. 

Pacu Diversifikasi

Di tempat terpisah, demi mempercepat diversifikasi, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, menargetkan pada tahun 2017 akan ada pembagian konverter kit sebanyak 24 ribu unit di 26 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk 1.116 unit di antaranya akan dibagikan di Kabupaten Karangasem, Bali. 

“Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam diversifikasi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) dan untuk meningkatkan ketahananan energi dan perekonomian masyarakat nelayan serta menekan subsidi BBM,” ungkap Jonan. ers/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment