Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
Aksi Teroris

11 Korban Penembakan di Christchurch Masih Kritis

11 Korban Penembakan di Christchurch Masih Kritis

Foto : AFP/MARTY MELVILLE A
BERDOA UNTUK KORBAN - Anggota gereja Samoa berdoa dan bernyanyi untuk korban penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Sabtu (17/3). Warga Selandia Baru berbondong-bondong ke situs peringatan penembakan untuk meletakkan bunga dan meratapi para korban pembantaian masjid kembar pada 17 Maret. Total korban tewas akibat penembakan itu sudah mencapai 50 orang.
A   A   A   Pengaturan Font

CHRISTCHURCH – Jumlah korban tewas dalam insiden penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru telah mencapai 50 orang. Sementara itu, jumlah korban luka saat ini tercatat sebanyak 50 orang dengan 36 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami telah dapat memin­dahkan seluruh korban dari kedua lokasi kejadian dan dari situ kami dapat menemukan korban lain. Jumlah korban tewas kini berjumlah 50 orang. Saya juga ingin menyampaikan jumlah korban luka juga men­capai 50 orang,” ujar Komisa­ris Polisi Selandia Baru, Mike Bush, Minggu (17/3).

Aksi teror penembakan massal terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, yakni di Masjid Al-Noor dan Linwood, pada Jumat (15/3). Jumlah korban tewas banyak ditemu­kan di Masjid Al-Noor yang merupakan lokasi pertama. Mereka adalah para jemaah yang sedang bersiap untuk melaksanakan ibadah salat Ju­mat. Bush menambahkan, se­banyak 36 korban luka masih dirawat di rumah sakit Christ­church, dengan 11 di antaran­ya dalam kondisi kritis.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, menyatakan korban meninggal dalam penembakan di dua masjid di Kota Christ­church itu akan dikembalikan kepada pihak keluarga. Pemer­intah Selandia Baru akan menanggung dan memper­siapkan semua pemakaman korban penembakan, terma­suk korban dari Indonesia.

Korban WNI

Sementara itu, Kantor Kedutaan Besar RI di Welling­ton, Sabtu (16/3) malam wak­tu Selandia Baru, menerima kabar pada pukul 22.10 bahwa WNI atas nama Lilik Abdul Ha­mid (Pak Lilik) yang sebelum­nya dilaporkan hilang, telah dikonfirmasi menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa penembakan di Christchurch, termasuk dalam 50 orang total korban tewas.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, juga telah me­nyampaikan belasungkawa langsung kepada istri dari Lilik Abdul Hamid, yaitu Nina, me­lalui sambungan telepon.

Duta Besar RI untuk Se­landia Baru, Tantowi Yahya, bersama segenap masyara­kat Indonesia di Christchurch mengunjungi kediaman kelu­arga Pak Lilik di Christchurch dalam rangka memberikan support terhadap musibah ini.

Pada Sabtu sore, Dubes Tan­towi Yahya melakukan penin­jauan ke lokasi Masjid Al-Noor serta melakukan doa bersama masyarakat di taman Hagley Park yang ditujukan bagi bagi para korban serta keluarganya.

Sebelumnya, Dubes Tan­towi dan tim konsuler KBRI Wellington juga telah menjenguk WNI yang menjadi kor­ban penembakan yaitu Zulfir­man Syah di RS Christchurch Public Hospital. Beliau telah menjalani multiple opera­tions dan saat ini masih terus mendapatkan perawatan me­dis dari pihak RS. Kondisi anak dari Zulfirman Syah yang juga tertembak, saat ini diketahui sudah stabil. AFP/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment