Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Pergantian Pimpinan

10 Capim Memahami Permasalahan yang Dihadapi KPK

10 Capim Memahami Permasalahan yang Dihadapi KPK

Foto : KORAN JAKARTA/M FACHRI
UJI CAPIM I Sejumlah Calon Pimpinan KPK bersiap mengikuti ujian pembuatan makalah yang harus dibuat, saat uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (9/9).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Capim) Ko­misi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kesepuluh nama capim yang terseleksi memahami persis tantangan dan permasalahan yang harus diselesaikan lembaga itu.

“Pansel sejak awal berbasis pada apakah calon memahami betul 16 tahun keadaan KPK, kemudian bagaimana perma­salahannya,” kata Ketua Panitia Seleksi Capim KPK, Yenti Gar­nasih, saat Rapat Dengar Pen­dapat Umum (RDPU) dengan Komisi III DPR RI, di Jakarta, Senin (9/9).

Menurut dia, kesepuluh capim KPK sudah tersaring se­cara ketat, termasuk visi, misi, dan program kerjanya yang bisa dicermati. “Dari 10 orang ini, kita sudah bisa melihat visi-misi, program kerja, moti­vasinya, itu nampak betul da­lam wawancara,” katanya.

Bahkan, kata dia, hasil wa­wancara seleksi capim KPK memiliki transkrip yang bisa di­lihat untuk mengukur kemam­puan dan kapabilitas yang ber­sangkutan. “Bisa dilihat yang bersangkutan mengetahui bet­ul apa yang terjadi di KPK, apa tantangan ke depannya. Ter­masuk, kasus tertunda, sudah jadi tersangka setelah sekian lama tidak ada kepastian, ada di situ semua,” tegasnya.

Usai RDP, Wakil Ketua Ko­misi III DPR RI, Herman Hery, mengatakan pro-kontra di te­ngah-tengah masyarakat ada­lah hal yang wajar mengingat kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi.

“Apa yang disampaikan ke­tua pansel dan anggotanya su­dah menggambarkan integri­tas pansel, profesional mereka, dan kapabilitas mereka. Bahwa kami dari Komisi III mende­ngar ada pro-kontra dari ma­syarakat, hari ini semua secara terbuka terjawab seperti saya tegaskan tadi bahwa rapat de­ngar pendapat ini dilakukan secara terbuka,” ujarnya.

Menampung Aspirasi

Selanjutnya, Herman me­ngatakan bahwa pihaknya akan menggunakan data-data yang diserahkan pansel untuk bahan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test capim KPK yang akan dimulai Rabu (11/9). Di samping itu, ia menu­turkan pihaknya akan menam­pung aspirasi dari masyarakat sipil untuk FPT capim KPK.

“Kita bukan soal berapa be­sar atau berapa kecil, tetapi namanya DPR wakil rakyat, masukan apa pun dari masya­rakat harus kami tampung, dan dalam hal menampung apa yang dimaksudkan, anggota 56 orang punya hak untuk ber­pendapat terhadap masukan itu,” tukasnya.

Kemarin, kesepuluh capim KPK, yaitu Alexander Mar­wata, Firli Bahuri, I Nyoman Wara, Johanid Tanak, Lili Printauli Siregar, Luthfi H Jay­adi, Nawawi Pomolongo, Nurul Ghufron, Robi Arya Brata, dan Sigit Danang Joyo, mengikuti ujian pembuatan makalah. Pada Rabu (11/9) dan Kamis (12/9) satu per satu mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. tri/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment