Koran Jakarta | August 18 2017
No Comments
Teror di London - PM May Ingatkan Sikap Islamofobia Masuk Kategori Ekstremisme

1 Tewas saat Mobil Tabrak Pejalan Kaki di Finsbury Park

1 Tewas saat Mobil Tabrak Pejalan Kaki di Finsbury Park

Foto : REUTERS/James Cropper
A   A   A   Pengaturan Font
Insiden mobil menabrak pejalan kaki di luar gedung Muslim Welfare House itu membuat warga marah. Pelaku sempat diseret ke luar mobil dan dipukuli warga, namun dicegah oleh seorang imam lokal dari amukan massa.

 

LONDON - Sebuah mobil van meneror dan menabrak pejalan kaki di Seven Sisters Road, dekat masjid di luar gedung Muslim Welfare House, di kawasan Finsbury Park, London Utara, Senin (19/6) dini hari.

Mobil tersebut diduga menyasar jemaah masjid yang baru selesai menjalankan salat Tarawih. Satu orang tewas dan 10 lainnya mengalami luka-luka dan cedera akibat serangan itu.


“Sebuah mobil van telah menabraki jemaah saat mereka meninggalkan masjid di Finsbury Park. Doa kami bersama para korban,” ungkap Kepala Dewan Muslim Inggris (MCB), Harun Khan, dalam keterangannya, Senin waktu setempat.


Harun mengatakan peristiwa itu terjadi pada 00.20 tengah malam, atau pukul 06.20 WIB, Senin (19/6).

Para pejalan kaki itu adalah umat muslim yang baru selesai menunaikan ibadah salat malam di masjid yang ada di kawasan tersebut. Petugas kontra-terorisme langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.


“Seorang pria dinyatakan tewas di lokasi kejadian. Delapan orang dilarikan ke tiga rumah sakit terpisah dan dua orang dirawat di tempat kejadian karena luka ringan,” kata Harun.


Insiden mobil menabrak pejalan kaki di luar gedung Muslim Welfare House yang berjarak sekitar 100 meter dari perempatan yang menjadi lokasi Masjid Finsbury Park itu, membuat warga marah.

Pelaku sempat diseret keluar mobil dan dipukuli warga, namun dicegah oleh seorang imam lokal yang melindungi pelaku dari amukan massa.


CEO Muslim Welfare House, yang merupakan pusat komunitas warga muslim setempat, Toufik Kacimi, mengatakan bahwa seorang imam lokal bernama Mohammed Mahmoud membantu menenangkan warga yang emosional saat kejadian dan mencegah mereka melukai pelaku.


“Iya, mereka marah, tapi ini bukan solusi persoalan. Kita bisa melihat Islamofobia meningkat... kita harus menenangkan masyarakat. Kebencian dan penyebaran kebencian bukan solusi.

Kita harus menyebarkan cinta. Kita harus menyebarkan perdamaian,” ucap Kacimi.


Insiden tersebut terjadi lebih dari dua minggu setelah tiga teroris menghantam pejalan kaki di London Bridge dan menyerang orang-orang di restoran dan bar di Borough Market. Peristiwa itu menewaskan delapan orang.


Aksi Memuakkan


Menanggapi teror ini, Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, langsung menggelar rapat kabinet khusus. May mengingatkan sikap Islamofobia termasuk ekstremisme.


“Sudah terlalu jauh dan banyak toleransi untuk ekstremisme di negara kita selama bertahun-tahun dan itu berarti ekstremisme berbagai jenis, termasuk Islamofobia,” kata May seusai menggelar rapat darurat di Ruang Rapat Kabinet A Pemerintah Inggris, Senin.


May juga menyebut aksi yang terjadi pada Senin dini hari itu adalah aksi memuakkan. Dia berjanji tidak akan membiarkan kejadian serupa terjadi kembali.


“Ini adalah serangan terhadap muslim, dekat tempat ibadah mereka dan seperti semua terorisme lainnya, apa pun bentuknya, mereka memiliki tujuan fundamental yang sama,” ungkap May.


Menurut May, kejadian ini adalah pengingat bahwa terorisme, ekstremisme, dan tindakan kebencian telah memiliki banyak bentuk. Dia mengajak semua pihak untuk menindak tegas siapa pun pelakunya.


“Kebebasan berbicara, kebebasan untuk menjalani hidup yang kita pilih dan juga, kebebasan memeluk agama dengan damai (harus dilindungi),” pungkas May. uci/Rtr/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment