Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments

“The Citizen” Dalam Tekanan

“The Citizen” Dalam Tekanan

Foto : AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
A   A   A   Pengaturan Font

Impian City meraih empat gelar musim ini berakhir dengan kekalahan di Liga Champi­ons dari Tottenham.

MANCHESTER – Lebih sedikit dari 60 jam setelah drama luar biasa pada laga Liga Champions, Man­chester City dan Totten­ham Hotspur akan saling berhadapan lagi di Stadion Eti­had, Sabtu (20/4). Kali ini pada pertandingan lajutan Liga Ing­gris.

Impian City meraih empat gelar musim ini berakhir dengan kekalahan gol tandang setelah laga leg kedua berakhir dengan kemenangan 4-3, tetapi skor agregat 4-4 dan Spurs unggul produktivitas gol tandang.

Laju “The Citizen” menuju gelar Liga Inggris masih di geng­gaman tim asuhan Pep Guar­diola. Mereka paham jika me­menangkan lima pertandingan tersisa, mahkota akan dipertah­ankan. Namun laga akhir pekan ini menjadi ujian sulit bagi tim setelah tersingkir dari kompetisi Eropa.

Drama terjadi di tengah pekan ini, gol Raheem Sterling jelang akhir laga yang seharusnya me­mastikan City melaju ke babak empat besar dianulr karena off­side setelah peninjauan ulang melalui VAR.

“Kami harus bereaksi, waktu pertandingan sangat dekat dan tim yang dihadapi sama. Teta­pi jangan berpikir terlalu ban­yak sekarang, tidurlah sebanyak mungkin dan kemudian kamu akan bersiap untuk pertandin­gan itu,” ujar Guardiola.

City telah memenangkan Pia­la Liga dan berada di final Piala FA, yang berarti treble winners domestik tetap menjadi tujuan yang realistis.

“Kami banyak berjuang, sem­bilan, 10 bulan untuk Liga In­ggris. Itu semua masih sepenuhnya be­rada di tan­gan kami. T e n t u saja sulit, tetapi kami harus melaku­kannya,” sambung Guardiola.

City terpaut dua poin di belakang pemimpin klasemen Liverpool dan menyimpan satu pertandingan. Tapi situ­asi tak mendukung tim asu­han Guardiola, mereka akan berhadapan dengan rival lokal Manchester United di Old Traf­ford, Rabu depan.

“The Citizen” harus menghi­langkan rasa kecewa tersingkir dari Liga Champions. Meski ber­main bagus, mendominasi seba­gian besar permainan, menik­mati kepemilikan 66 persen dan 20 tembakan jauh lebih banyak dari Spurs yang memiliki 11, City tak mampu melaju.

Di sisi lain, Spurs tak bisa menurunkan kekuatan penuh. Pilihan Mauricio Pochettino di­batasi oleh cedera, termasuk striker andalan Harry Kane. Se­mentara Guardiola memiliki banyak alternatif pilihan, terma­suk pemain sayap asal Jerman Leroy Sane, yang tidak tampil hingga menit ke-84 pada tengah pekan ini.

Spurs yang berada di pering­kat ketiga juga memiliki banyak hal untuk diperjuangkan. Mer­eka menghadapi persaingan ketat untuk finis empat besar dan kualifikasi Liga Champions. Arsenal dan Chelsea satu poin di belakang Spurs dan Man­chester United yang berada di urutan keenam hanya terpaut tiga poin.

Pada pertandingan lain akhir pekan ini, Liverpool akan ber­harap untuk mengambil tiga poin saat melawat ke Cardiff City yang berada di urutan ke-18.

Dihantui Kegagalan

Musim ini akan berlalu tanpa kemenangan Liga Champions untuk City dan Guardiola. Pelatih asal Catalan itu berlari di garis pinggir lapangan dalam perayaan ketika Ster­ling mengira dia telah menyelesaikan hat­trick-nya dengan gol n untuk membawa City ke semifinal hanya untuk kedua ka­linya.

Beberapa detik kemudian, suasana berubah, Guardiola berlutut dan lemas karena VAR menganulir gol tersebut menyu­sul offside. Dia menggambarkan itu sebagai tersingkir secara ke­jam.

Memenangkan Liga Cham­pions tetap menjadi tujuan utama pemilik klub asal Abu Dhabi setelah satu dekade meng­gelontorkan uang dan kini mere­ka kembali gagal. Bagi Guardi­ola pribadi, kegagalan kali ini melanjutkan paceklik gelarnya. Terakhir kali Guardiola memba­wa tim asuhannya merebut ma­hkota Eropa adalah ber­sama Bar­celona pada 2011. ben/ AFP/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment