Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
Aksi Sosial

“Terangkan Bogor” dengan Tenaga Surya

“Terangkan Bogor” dengan Tenaga Surya

Foto : ANTARA/Yulius Satria Wijaya
INDOENSIA TERANG I Direktur Utama PT Imza Riski Jaya, Rizayati saat peluncuran Program Indonesia Terang di Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/4). Program penerangan jalan umum ini menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi listrik.
A   A   A   Pengaturan Font

BOGOR - Minimnya lampu penerangan jalan umum menjadi keluhan setiap warga, khususnya di wilayah Bogor, Jawa Barat. Namun, saat ini keluhan tersebut bisa diatasi dengan Program Nasional Indonesia Terang dengan menggunakan tenaga surya yang dikembangkan PT Imza Riski Jaya.

Direktur Utama PT Imza Riski Jaya, Rizayati, mengatakan penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) merupakan program nasional. “Kita sudah bekerja, ini bukan ecek-ecek. Invetasi yang ditanamkan bersama mitra sebesar 900 miliar rupiah,” ujar Rizayati usai Launching Nasional Program Indonesia Terang di Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/4).

Rizayati mengaku tertarik untuk menerangkan wilayah Bogor karena masih terdapat daerah penerangan jalan raya yang masih gelap.

“Ini saya lakukan demi mensejahterakan rakyat Indonesia, khususnya di Bogor. Setelah Bogor, saya akan lanjutkan di beberapa daerah di Indonesia lainnya seperti Merauke, NTT dan Sulawesi,” kata calon legislatif (caleg) Partai Nasdem Dapil Bogor ini.

Terkait program Bogor Terang, Riza mengaku sudah merintisnya bersama sejumlah mitra sejak tahun 2007. Di antara mitra yang telah menjalin kerjasama yakni Arab Saudi, Rusia, Korea, Tiongkok, dan Kanada. Investasi yang ditanamkan untuk membuat Bogor terang dengan tenaga surya adalah sebesar 900 milia rupiah. Di antara wilayah Bogor yang telah dibuat terang adalah Cibinong dan Tamansari. “Saya ingin berbakti untuk Bogor,” ujarnya.

Sebelumnya, Rizayati mengembangkan Program Desa Terang. Melalui program ini, sebanyak 20 kabupaten akan mendapatkan jaringan listrik. “Kami bekerja di 20 kabupaten. Setiap daerah akan mendapat 2.000 unit lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS),” tutur Rizayati.

Selain pengembangan tenaga surya di daerah yang mendapatkan aliran listrik untuk penerangan jalan, PT Imza Riski Jaya juga membangun rumah bersubsidi di tiga daerah, yakni Aceh, Manado, dan Lampung. Secara bertahap, pembangunan rumah-rumah itu kini telah mencapai 1.500 unit.

“Rumah-rumah subsidi itu saya bangun untuk warga miskin atau berpenghasilan rendah. Mereka menyerahkan dana 10 juta-12 juta rupiah untuk mendapatkan rumah seharga 75 juta rupiah atau 35 juta rupiah untuk rumah seharga 135 juta rupiah,” ungkap Rizayati.  yok/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment