Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Pemakaman BJ Habibie

“Selamat Jalan, Mister Crack”

“Selamat Jalan, Mister Crack”

Foto : KORAN JAKARTA/MARIO CAISAR
LETAKAN KARANGAN BUNGA I Presiden Joko Widodo meletakan karangan bunga di makam almarhum Presiden Ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9). BJ Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu (11/9).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Presiden Joko Widodo melepas jenazah Pre­siden ke-3 Republik Indonesia (RI), Bacharuddin Jusuf Habi­bie, ke tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Pah­lawan (TMP), Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9). Makam Habibie persis di sebelah makam istri­nya, Hasri Ainun Besari.

Saat jenazah dibawa dari rumah duka di Jalan Patra Ku­ningan, sepanjang perjalanan tampak warga berhamburan di sisi jalan. Mereka menyam­but mobil jenazah yang diiringi oleh pengawalan pasukan peng­amanan presiden (Paspampres), polisi militer, kendaraan kerabat almarhum, dan kendaraan be­berapa pejabat negara, di Jalan Raya Pasar Minggu hingga Jalan Raya Kalibata. Masyarakat se­olah ingin mengucap salam per­pisahan kepada BJ Habibie yang meninggal dunia dalam usia 83 tahun pada Rabu (11/9).

Sementara itu, selaku ins­pektur upacara, Jokowi meng­ucapkan selamat jalan kepada almarhum. “Selamat jalan, Mis­ter Crack. Selamat jalan sang pionir. Kami akan selalu ingat pesanmu,” kata Jokowi saat memberi sambutan.

Seperti diketahui, BJ Habi­bie menyelesaikan gelar S3 de­ngan nilai rata-rata 10 di Rhe­inisc Westfälische Technische Hochschule (RWTH) Aachen. Di lingkungan industri pesawat, aeronautic, ilmuwan internatio­nal, dan aerospace, ia dijuluki sebagai Mister Crack. Julukan itu sebagai penghormatan para ahli atas penemuannya yang dapat menghitung crack propa­gation on random sampai ke atom-atomnya yang menjadi penyebab keretakan di badan dan sayap pesawat.

Jokowi pun lalu mengutip sa­lah satu pesan inspiratif Habibie. “Jangan terlalu banyak diskusi, jangan cengeng, tapi terjunkan ke proses nilai tambah secara konsisten, pasti Indonesia akan terkemuka di Asia Tenggara dan dunia,” kata Jokowi.

Keluarga dan Sahabat

Diungkapkan Jokowi, al­marhum tidak hanya berpikir saat ini, satu atau dua tahun mendatang, tapi sudah berpi­kir dan bekerja untuk memba­ngun Indonesia 50–100 tahun ke depan untuk Indonesia bisa lepas landas.

Sementara itu, putra per­tama almarhum BJ Habibie, yakni Ilham Habibie, mengata­kan bahwa sosok orang tuanya tersebut selalu dikelilingi oleh sahabat.

“Kita kehilangan Bapak, sa­habat, panutan, negarawan, ins­pirator, idola. Kematian Bapak, wafatnya Bapak, itu merupakan bagaimana cara wafatnya Bapak, itu contoh kehidupan. Bapak dikelilingi keluarga, sahabat, te­man seperjuangan, teman pada umumnya, dan semua berdoa untuk Bapak, dan satu demi satu mencium pada waktu beliau mulai wafat. Dengan rasa cinta itulah Bapak meninggalkan du­nia ini,” kata Ilham saat mem­berikan sambutannya dari pihak keluarga.

Hadir dalam pemakaman, Ibu Negara Iriana Jokowi, Wa­pres dan Ibu Mufidah Jusuf Ka­lla, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, Menko Polhu­kam Wiranto, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Menkeu Sri Mulyani, Panglima TNI, Kapolri, serta para Kepala Staf Angkatan baik Darat, Laut, dan Udara. Hadir pula pim­pinan DPR, MPR, dan DPD. fdl/jon/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment