Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments

“Sejuta” Manfaat Tanaman Kelor bagi Kesehatan

“Sejuta” Manfaat Tanaman Kelor bagi Kesehatan
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Tanaman Kelor: Nilai Gizi, Manfaat, dan Potensi Usaha

Penulis : FG Winarno

Penerbit : Gramedia

Cetakan : Agustus 2018

Tebal : 114 halaman

ISBN : 978-602-06-1164-8

Tanaman ini sudah lama dikenal masyarakat. Pohon kelor bisa tumbuh di berbagai tempat daerah khatulistiwa dan berusia sam­pai 20 tahun. Cara mengolah sebagai kuliner juga mudah. Dalam catatan sejarah, tanaman kelor sudah dike­nal dunia ribuan tahun lalu. Begitu pula khasiatnya. Masyarakat purba menyebutnya three of life atau pohon kehidupan.

Buku ini menghadirkan beragam manfaat kelor bagi kesehatan yang belum banyak diketahui. Kelor kaya sumber nutrien atau zat gizi yang me­ngandung mineral, antioksidan, asam lemak, dan asam amino esensial. Kelor juga multiguna karena hampir seluruh bagian tanaman tersebut dari akar, daun, polong, hingga kulit batang dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit (hlm 19).

Besarnya kandungan nutrien dalam kelor berpotensi mengentaskan masa­lah kekurangan gizi, sehingga sangat baik untuk dipromosikan, direko­mendasikan, dan dikembangkan di kawasan penduduk miskin. Menjadi­kan kelor sebagai menu sehari-hari dapat mempengaruhi positif dalam hitungan hari sampai satu pekan.

Daun kelor bisa dikonsumsi dalam bentuk segar, dimasak, dan dalam bentuk hidangan tradisional. Dia juga bisa dikeringkan, lalu digiling atau ditumbuk menjadi bubuk. Hebatnya lagi, daun kelor bubuk dapat disim­pan dalam waktu lama tanpa penu­runan mutu baik dari segi gizi maupun terapeutik.

Daun kelor tidak berefek samping apa pun. Ia juga bisa dikonsumsi segala usia, termasuk ibu yang sedang mengandung atau menyusui, serta manula. Bahkan, bayi berusia enam bulan ke atas juga bisa mengonsum­sinya. Daun kelor sangat baik dimasak menjadi bubur sebagai makanan pen­damping ASI (hlm 35).

Ia juga berperan sebagai penyang­ga sistem imunitas alami yang sangat efektif sehingga membantu penyem­buhan berbagai penyakit secara cepat. Unsur antioksidan yang sangat kuat di dalam kelor mampu memberikan suplemen dan menjaga fungsi imuni­tas tubuh secara alami. Ia terkadang dimanfaatkan juga untuk menurunkan maupun meningkatkan berat badan. Karena kelor mengandung makro dan mikro nutrien yang sangat unik. Me­ngonsumsi daun kelor sama artinya makan sebagian besar senyawa gizi yang diperlukan tubuh.

Dalam kehidupan suami-istri, daun kelor dimanfaatkan untuk meningkat­kan libido seksual. Selama berabad-abad, dia terbukti efektif menyem­buhkan para penderita impotensi. Biasanya untuk tujuan ini yang digunakan adalah cabang kelor yang sangat muda, luna, dan berwarna hijau. Caranya, kulit cabang kelor dikupas langsung dikunyah.

Penderita insomnia dianjurkan mengonsumsi daun kelor. Begitu pula mereka yang daya pengelihatannya berkurang atau buruk. Para pakar dan peneliti di seluruh dunia sepakat, berdasarkan hasil penelitian mere­ka, kelor mengandung senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Rahasianya, terletak pada fakta bahwa kelor sangat kaya akan unsur catachin polephenol, terutama senyawa epigallocatechin gallate, senyawa antioksidan. Ini secara medis mampu menghambat pertumbuhan dan mem­bunuh sel kanker, tanpa harus meng­ganggu sel tubuh yang sehat (hlm 51).

Di berbagai negara Afrika dan Asia, telah banyak bermunculan produk berbahan dasar kelor baik skala kecil, menengah, maupun besar. Produk berbahan kelor di antaranya berben­tuk bubuk, teh atau hasil fermentasi teh. Masyarakat India dan Indonesia juga sudah banyak memanfaatkan khasiat daun kelor bagi kesehatan. Diresensi Misnawi, Dosen IAIN Madura

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment