Koran Jakarta | April 29 2017
No Comments
Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto, tentang Kasus Novel Baswedan

“Secepatnya Penyiram Akan Kita Ungkap”

“Secepatnya Penyiram Akan Kita Ungkap”

Foto : dok koran jakarta
A   A   A   Pengaturan Font
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, disiram air keras oleh dua pria tak dikenal seusai salat di masjid dekat rumahnya, Selasa pagi, 11 April lalu. Kini, Novel dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura. Mata kiri Novel agak parah dan sepertinya harus dioperasi.

 

Setelah seminggu menjalani pengobatan, keterangan apa saja yang sudah didapat penyidik kepolisian dari Novel? Apa hasil penyelidikan terhadap CCTV yang ada di dekat rumah Novel? Untuk mengetahui hal tersebut, Koran Jakarta mewawancarai Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto, di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Kamis (20/4).


Bagaimana perkembangan terakhir kondisi Novel di Singapura?


Hingga kini masih berobat di Singapura dan masih dalam pengawasan.


Apakah sudah dilakukan pemeriksaan terhadap Novel?


Belum dapat dilakukan pemeriksaan terhadap Novel, hanya interogasi singkat. Kita tunggu keterangan dokter (untuk melakukan pemeriksaan terhadap Novel). Namun itu (semua bergantung) keputusan dokter Singapura.


Terhadap Novel, apakah juga dilakukan pengawalan di Singapura?


Dilakukan pengamanan (di Singapura). Ada yang melekat kepada saudara Novel.


Jumlahnya berapa pak?


Jumlahnya, nanti saja. Yang penting ada pengamanan.


Untuk penyelidikan terhadap CCTV yang ada di rumah Novel, apakah sudah ada hasil?


Masih dalam kajian, CCTV itu yang dipasang mengarah pada sudut tertentu, dan hasil gambar juga tergantung pada arah, cuaca, dan kondisi siang atau malam. Tapi yang jelas, masih dilakukan analisa.


Apakah sudah ada yang mengarah pada pihak yang dicurigai?


Nanti kalau sudah ada cukup bukti, akan diberikan.


Hingga kini sudah berapa saksi yang diperiksa?


Sudah 16 saksi diperiksa dan olah tempat kejadian perkara juga berkali-kali dilakukan. Diharapkan kemunculan saksi-saksi lain yang bisa lebih memperjelas situasi dan kondisi saat itu.

Temuan sekecil apa pun akan dikembangkan guna mengidentifikasi motor yang digunakan, siapa pemiliknya, kapan dipinjamkan atau digunakan dan sebagainya.


Saksi yang sudah dimintai keterangan?


Satpam, orang di masjid yang berteriak minta tolong, orang yang diduga melihat kejadian, dan saksi lainnya. Hingga saat ini, semua keterangan saksi tengah didalami.


Apakah pihak kepolisian menentukan target untuk menemukan pelakunya?


Kita tidak tentukan target, kita upayakan secepatnya. Yang jelas, ada tim yang melekat (yang menemani Novel di Singapura) termasuk juga yang lainnya, hanya tertutup. Ada perwakilan Polri di sana yang ikut menemani proses pengobatan Novel. eko nugroho/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment