Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01, KH Ma’ruf Amin, soal Persiapan Debat Pilpres

“Saya Dalami Materi, Tak Ada yang Khusus”

“Saya Dalami Materi, Tak Ada yang Khusus”

Foto : ANTARA/Aji Styawan
KH Ma’ruf Amin
A   A   A   Pengaturan Font
Debat Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) ketiga merupakan salah satu seri debat khusus untuk calon wakil presiden (cawapres). Cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, akan berhadapan dengan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno.

Pada debat yang bertema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya tersebut, keduanya dituntut untuk mengerahkan segala kemampuan, gagasan, dan pemikirannya pada 17 Maret nanti. Persiapan-persiapan pun dilakukan keduanya, yang baru pertama kali mengikuti kontestasi pilpres.

Untuk mengupas hal itu, Koran Jakarta mewawancari cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, di Pandeglang, Banten, Minggu (3/3). Berikut petikannya.

Kesiapan Anda dalam menghadapi debat khusus Cawapres?

Insya Allah saya siap, sudah siap. Persiapan apa yang Anda lakukan? Persiapannya tentu dengan mendalami materi-materi yang akan diperdebatkan, terutama lima masalah, yaitu pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, sosial, dan budaya. Lima hal ini yang tentunya saya harus banyak menggali, mendengar, memperoleh masukan, dan mendalami informasi yang berkaitan dengan tema debat.

Apa program unggulan yang akan disampaikan?

Kalau yang berkaitan dengan tema debat itu nanti tergantung masalahnya, untuk pendidikan ada programnya, kesehatan tentu ada juga, tenaga kerjanya ada, tetapi saya tidak bisa menyebutkannya sekarang, nanti saja kita lihat pada saat debat.

Apakah akan meneruskan program petahana?

Menurut saya landasannya sudah, pemerintah sekarang sudah on the track. Pendidikan dan kesehatan memperoleh perhatian, tenaga kerja, baik pelatihannya maupun perlindungan maupun juga mencari lapangan kerja juga sama. Saya hanya menambah gagasan dengan wawasan yang saya miliki.

Ada Strategi khusus?

Tidak ada strategi khusus. Ini kan debat, bukan kita mau berkelahi. Debat kan menyampaikan gagasan, program, ide, jadi kalau kita sudah siap dengan materinya, tidak perlu lagi ada strategi khusus.

Lalu, Jokowi memberi masukan tidak?

Kalau Pak Jokowi memberi masukan secara umum saja, tetapi kan bantuan yang teknisnya diberikan oleh menteri- menterinya, ada juga staf ahlinya.

Sandiaga mengatakan tidak akan menyerang, tanggapan Anda?

Saya berharap Pak Sandi tidak perlu sungkan kepada saya. Yang penting laksanakan dengan santun, sopan. Bukan hanya Pak Sandi ke saya, saya juga yang tua ke yang muda harus saling menghormati. 

 

trisno juliantoro/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment