Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Evaluasi Mudik

“Rest Area” Jadi Simpul Kemacetan di Tol

“Rest Area” Jadi Simpul Kemacetan di Tol

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Repub­lik Indonesia (Korlantas Polri), Irjen Refdi Andri mengungkap­kan rest area masih menjadi titik kemacetan ruas tol selama arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 2019. Untuk itu, dibu­tuhkan rest area alternatif untuk mengantisipasi kemacetan pada arus mudik dan arus balik.

“Kami harap rest area men­jadi lebih baik. Tadi sudah saya sampaikan mungkin bisa kami tetapkan jarak tertentu ada juga rest area yang hanya me­nyiapkan item tertentu,” kata Refdi dalam siaran pers Forum Merdeka Barat 9, di Kantor Staf Kepresidenan Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Ja­karta, Rabu (19/6).

Menurut Refdi, rest area al­ternatif hanya akan menye­diakan sarana tertentu, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan toilet. Ber­beda dengan rest area utama yang memfasilitasi tempat ma­kan dan jajanan. Bisa saja 50 ki­lometer yang disiapkan di sana itu adalah bahan bakar, kemu­dian ada top up kartu elektron­ik, ada pelayanan kerusakan ri­ngan, toilet, dan lain-lain.

Rest area ini, tambah Refdi, dirancang untuk menghindari penumpukan di rest area uta­ma sesuai dengan pengalaman pergerakan masyarakat yang mudik atau pun balik agar se­lalu siap sedia makanan minu­man ringan di perjalanan.

“Berbeda dengan keperluan bahan bakar dan kondisi fisik pemudik yang berubah-ubah selama perjalanan. Karena kami lihat kebutuhan BBM, kartu elektronik, kesehatan, tidak bisa ditunda, termasuk buang air. Kalau sudah kebelet nggak bisa diwakilkan kepada siapapun. Dan tidak ada satu pun yang mau mewakilkan,” kata Refdi.

Nekat Menerobos

Selain itu, Kakorlantas Polri menyesalkan adanya sebuah insiden lalu lintas, yakni se­orang pengemudi mobil yang nekat menerobos jalur saat re­kayasa lalu lintas one way di­berlakukan di Tol Cipali.

“Yang kami sayangkan ke­marin saat one way ada orang yang pindah jalur seenaknya. Itu sulit dilakukan tindakan. Saat dilakukan tindakan, itu akan menjadi macet. Caranya pencegahan akan dilakukan patroli, upaya preventif,” kata Refdi.

Upaya lainnya yang di­lakukan Korlantas Polri, kata Refdi, perlu adanya pening­katan rambu-rambu di Tol Ci­pali, terutama pembatas jalan agar kejadian serupa tidak terulang. “Yang pertama ram­bunya, markanya, penerang jalannya, kemudian cahaya memberikan reflektor seh­ingga siapa pun yang bergerak pada ruas jalan tersebut akan tahu bahwa ini adalah pem­batasnya,” ujar Refdi.

Kakorlantas Polri pun meng­ungkapkan perlu ada kajian dari kejadian pindah jalur yang melanggar aturan agar tidak terulang kembali.

Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment