Koran Jakarta | July 24 2017
No Comments
Suara Daerah

“Rest Area” di Jateng Perlu Tampung Pedagang UMKM

“Rest Area” di Jateng Perlu Tampung Pedagang UMKM

Foto : koran jakarta / Henri Pelupessy
A   A   A   Pengaturan Font

Pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1438 H di Jawa Tengah (Jateng) berjalan aman, tertib, dan lancar. Masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman. Demikian juga dengan arus lalu lintas baik pada mudik dan balik yang melalui Jateng berjalan lancar dan nyaman.

Sejumlah cara dilakukan agar tidak terulang kembali kemacetan parah yang terjadi di Gerbang Tol Brebes Timur Exit atau Brexit pada Lebaran 2016. Langkah tersebut, antara ain dengan membentuk panitia mudik guna mengantisipasi peristiwa serupa dengan menyiapkan lima helikopter.

Masyarakat mengaku cukup puas atas kesiapan aparat memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2017. Pemprov Jateng bersama pihak terkait menggencarkan sosialisasi program mudik gratis menggunakan kapal laut agar jumlah penggunanya semakin banyak pada arus mudik Lebaran tahun depan.

Program mudik gratis menggunakan kapal laut untuk mengurangi kepadatan volume kendaraan di jalan dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Selain itu, koordinasi yang baik antara seluruh stakeholder membuat arus mudik dan balik berjalan lancar.

Untuk mengetahui apa yang sudah dilakukan Pemrov Jateng dan evaluasi pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, wartawan Koran Jakarta, Henri Pelupessy berkesempatan mewawancarai Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Semarang, kemarin. Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana evaluasi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini di Jateng?

Masyarakat cukup puas dengan kesiapan aparat memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2017. Sangat terbantu oleh Kepolisian, TNI, Palang Merah Indonesia, Banser, hingga masyarakat umum. Saya coba membuat polling, dari angka 1 hingga 10 berapa nilai kepuasan warganet saat mudik. Ternyata angkanya 8 sampai 9. Ya ada satu atau dua yang masih marah-marah, tapi tidak apa-apa.

Pada tahun ini, Pemprov Jateng telah menyiapkan sejumlah cara untuk mengantisipasi kemacetan arus mudik Lebaran 2017. Dengan membentuk panitia mudik yakni menyiapkan lima helikopter sebagai pengganti mobil ambulans saat terjadi kemacetan.

Pada arus mudik tahun lalu, warga terpaksa menggunakan sepeda motor untuk ambulans dadakan. Langsung dibentuk panitia, kita uji sampai tiga kali, waktu libur-libur panjang Natalan, Idul Adha itu kita uji. Macet apa tidak.

Tahun depan diperkirakan arus mudik dan Lebaran berjalan lancar?

Arus mudik dan balik Lebaran tahun depan akan lebih lancar karena sejumlah pengerjaan tol diperkirakan sudah selesai. Saya melihat arus mudik dan balik Lebaran ini menjadi tanggung jawab bersama. Sekarang sudah kreatif-kreatif itu, ada BBM dalam kaleng. Semua bekerja. Saya juga berterima kasih kepada Menteri PUPR Basuki karena mempercepat pembangunan tol fungsional, itu pekerjaan yang luar biasa.

Pemprov Jateng akan menggencarkan dan kampanye sosialisasi program mudik gratis menggunakan kapal laut?

Pemprov Jateng bersama pihak terkait menggencarkan sosialisasi program mudik gratis menggunakan kapal laut agar jumlah penggunanya semakin banyak pada arus mudik Lebaran tahun depan. Program mudik gratis menggunakan kapal laut untuk mengurangi kepadatan volume kendaraan di jalan dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kami perlu sosialisasi sambil menyampaikan betapa nikmatnya mudik menggunakan kapal dengan fasilitas mendapat makan, nyaman, tidak repot, kalau membawa anak kecil juga enak, bawa barang pun tidak berbahaya. Saya mengapresiasi masyarakat Jateng yang mengikuti mudik gratis menggunakan moda transportasi bus dibanding menggunakan kendaraan pribadi.

Dengan begitu, setidaknya bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik Lebaran. Saat mudik masih banyak warga pemudik yang berkendara sepeda motor tanpa mematuhi peraturan yang berlaku, seperti berboncengan lebih dari tiga orang dan memodifikasi sepeda motor agar dapat memuat barang lebih.

Adanya tol yang sudah difungsikan menurunkan omzet pedagang di kawasan tersebut?

Dampak pembangunan tol yang masif di Jateng salah satunya adalah menurunnya omzet pedagang oleh-oleh. Kami mengusulkan rest area di jalan tol bisa mengakomodasi produk UMKM lokal untuk mendukung ekonomi kerakyatan. Batik dan telur asin di pantura barat misalnya, mengeluhkan omzetnya menurun. Kalau bisa jualan di rest area mungkin akan membantu.

Tanpa bantuan pemerintah daerah, sangat sulit melihat pedagang dan UMKM kecil menggelar produknya di rest area. Rest area biasanya mematok harga sewa tinggi sebagai konsekuensi biaya investasi yang juga tinggi. Pemerintah daerah harus menerbitkan regulasi yang mengatur alokasi rest area untuk pedagang kecil. Semisal kita atur pakai regulasi 30 persen kios di rest area untuk pedagang kecil dan UMKM kan bisa, sewanya tidak boleh mahal.

Apa yang akan dikembangkan dengan masifnya pembangunan tol di Jateng?

Rest area harus didesain seindah mungkin, tidak hanya digunakan sekadar istirahat bagi pengguna jalan. Bisa sebagai tujuan alternatif pariwisata. Saya membayangkan rest area tol Salatiga kalau dibangun bagus bisa melihat Gunung Merbabu dan Rawa Pening, yang datang akan ramai dan produk makanan serta kerajinan jadi laku. Sudah saya usulkan karena ini kompensasi kita pada masyarakat untuk mendukung ekonomi kerakyatan.

Bagaimana Lebaran tahun ini, apakah larangan parcel masih berlaku?

Lebaran tahun ini cuma ada satu parsel yang datang. Ya berarti ada pengaruhnya, minimal mereka sudah tahu kalau Ganjar tidak menerima jadi tidak perlu masuk daftar. Artinya tradisi itu ternyata bisa pelan-pelan menghilang kalau yang atas tegas. Saya ingat tahun 2014 adalah Lebaran tahun pertama menjadi gubernur, melihat ratusan parsel bertumpuk di ruang belakang rumah dinas gubernur. N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment