“Nias Shipwreck: Jewel Under The Sea” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 31 2020
No Comments
Menyelam di Nias

“Nias Shipwreck: Jewel Under The Sea”

“Nias Shipwreck: Jewel Under The Sea”

Foto : ISTIMEWA
Pantai di Pulau Nias
A   A   A   Pengaturan Font
Catatan perjalanan ini dibuat Marischka Prudence dalam blognya.

 

Marischa Pruedence saat menyelam di Nisa

Foto : ISTIMEWA

Pertama kali diajak Pinneng ke Nias untuk menyelam, pikiran saya “hmm, oke lah kan jalan bareng teman-teman,” Namun saya sama sekali tidak berharap akan mendapatkan pengalaman menyelam yang luar biasa, karena selama ini saya sama sekali tidak punya referensi lokasi menyelam di Nias, apalagi Nias lebih populer sebagai tempat surfing dibanding scuba diving.

Siang itu kami sudah siap di dermaga di Pantai Tagaule Onolimbu. Kapal sudah merapat dan saya memperhatikan kapal cepat yang sudah stand by. “Ini bukan kapal diving, akan cukup sulit naik ke kapal usai menyelam.”

Memang belum ada dive center di Nias, untuk tabung menyelam pun kami meminjam dari Dinas Kelautan dan bisa dibantu karena kami datang pada masa Sail Nias 2019.

Hanya 10 menit saja naik kapal, kami sudah tiba di area dekat salah satu pulau di dekat Tagaule Onolimbu. Pinneng memperhatikan posisi GPS dan melihat posisi, ia mencocokkan koordinat yang sudah ia simpan dengan lokasi kapal.

Tidak lama ia turun terlebih dahulu untuk memastikan lokasi. Saat tanda oke sudah diberikan, kami segera turun dengan alat diving lengkap.

Kami mengayuh fins mengikuti Pinneng yang berada di depan kami. Tak lama terlihat bentukan besar di dalam laut biru, Shipwreck!

Bangkai kapal karam besar ini dulunya adalah kapal ferry yang mengangkut mobil, itu menjelaskan area depan yang besar dan lebar, tempat di mana mobil-mobil dahulu parkir saat naik ke kapal. Di area belakang kapal, kami bisa masuk ke beberapa ruangan, termasuk ruangan kemudi.

Kapal dalam posisi lurus di kedalaman sekitar 16-20 meter dan titik tertinggi kapal hanya di kedalaman 10-8 meter saja, sangat ideal untuk scuba diving maupun freediving.

Dari kondisi kapal, terlihat bahwa bangkai kapal masih baru, belum banyak koral yang tumbuh sehingga kapal kami masih dapat masuk dan bahkan memegang sebagian sisi kapal (jangan lakukan di bangkai kapal yang sudah ditumbuhi koral ya).

Usai penyelaman, kami belum puas sehingga kami menjadwalkan penyelaman lagi keesokan harinya di titik yang sama. Saya dan teman-teman sudah punya bayangan lokasi, selain itu saya dan Ferry dapat mendiskusikan foto yang ingin kami buat dengan melihat kondisi kapal.

Keesokan harinya kami menyelam lagi, kondisi laut bahkan lebih jernih dibandingkan hari sebelumnya. Saya yang sudah merencanakan konsep foto bersama Ferry memantau situasi dan membuat foto yang akan sulit dilakukan di tempat lain.

Foto seakan-akan berdiri dan mengeksplorasi kapal dengan “berjalan-jalan” di area kapal karam selalu jadi hal yang ingin saya lakukan dan shipwreck Nias ini sangat ideal, belum ada koral tumbuh (hanya sedikit sekali di beberapa sudut saja karena kapal masih baru), posisi kapal yang lurus, arus yang tenang dan kedalaman yang ideal.

Usai berfoto, saya berkeliling kapal dan memantau kembali kedalaman kapal dan ketinggian di beberapa sisi, menikmati memutari kapal dan melihat berbagai sudut kapal. It such a good diving days, terima kasih Nias!

@marischkaprue - so much to see under the sea

Catatan:
Foto di postingan ini mungkin akan memancing komentar beberapa teman, terutama mengenai standar perilaku penyelaman. Ada beberapa hal yang saya tekankan di sini dan semoga menjadi parameter jika ada yang ingin melakukan hal serupa.

Jangan Lakukan Tanpa Pengawasan Penyelam Profesional

Pastikan kalian sudah bilang dan izin ke dive master/ dive guide/ dive instructor kalian, Pastikan sudah mengenal lokasi dan pastikan ada yang berperan tidak hanya sebagai buddy namun dapat menjaga kalian selama penyelaman.

Jangan Lakukan Jika Ragu

Jika ragu untuk lepas BCD atau fins, jangan dilakukan. Keraguan dapat membuat kita salah mengambil keputusan yang dapat berakibat fatal.

Hanya Diperbolehkan Pada Spot Tertentu

Pastikan dilakukan di lokasi yang boleh dilakukan dan tidak mengganggu habitat alami yang sudah ada, seperti wreck di Nias yang saat kami datang belum ditumbuhi koral. Jika saat kalian datang, situasi sudah berubah dan kapal sudah diliputi koral, jangan dilakukan.

Selalu Perhitungan dan Buat Perencanaan

Rencanakan dengan baik dan diskusikan dengan diving partner kalian. Ingatlah bahwa scuba diving tidak berbahaya, namun aksi tanpa perencanaan dan tindakan ceroboh atau panik dapat membahayakan. Selamat menyelam. ars

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment