NASA Cari Bukti Kehidupan Purba di Mars | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments

NASA Cari Bukti Kehidupan Purba di Mars

 NASA Cari Bukti Kehidupan Purba di Mars

Foto : AFP/NASA/Joel KOWSKY
Peluncuran Perseverance - Roket Atlas V yang membawa wahana penjelajah Perseverance, meluncur dari pusat peluncuran di Cape Canaveral, Florida, AS, pada Kamis (30/7). Peluncuran roket ini bagian dari misi NASA untuk eksplorasi di planet merah, Mars.
A   A   A   Pengaturan Font

CAPE CANAVERAL - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration/NASA) pada Kamis (30/7) meluncurkan wahana penjelajah "Perseverance" dalam misi astrobiologi untuk mencari tanda-tanda kehidupan mikroba purba di Mars.  Dalam misi itu, untuk pertama kali NASA juga akan menerbangkan helikopter tanpa awak di planet lain, dari Perseverance.

Pada misi-misi sebelumnya, didapati kondisi planet itu pada tiga miliar tahun yang lalu jauh lebih hangat dan lebih lembab daripada sekarang. Keadaan itu menciptakan lingkungan yang diperlukan untuk kehidupan berbasis karbon.

Tujuan misi Perseverance adalah melangkah lebih jauh yakni untuk mengetahui apakah Mars dihuni oleh makhluk hidup.  "Tidak akan ada penemuan yang lebih besar dalam sejarah kemanusiaan selain menemukan kehidupan yang bukan di dunia kita sendiri," kata pejabat NASA, Jim Bridenstine.

"Jika kita membuat penemuan terkait apakah ada kehidupan apa lagi yang ada di luar sana? Bagaimana kita mendapatkannya? Bagaimana kita mempelajarinya?" lanjut dia.

Roket Atlas V yang membawa Perseverance lepas landas sesuai jadwal yaitu pukul 07.50 dari Cape Canaveral, Florida, dan berhasil memisahkan diri sesuai rencana. Tetapi ketika wahana angkasa itu melewati bayangan Bumi, suhu sistem pemanas terdeteksi turun, sehingga mengaktivasi "mode hemat" yang mematikan semua sistem sekunder.

NASA mengatakan masalah ini belum pernah terjadi karena jalur penerbangan sebelumnya berbeda, tetapi badan itu menegaskan  masalah itu tidak serius dan wahana akan segera kembali dalam mode normal. "Filosofinya adalah bahwa jauh lebih baik untuk menyalakan mode hemat ketika tidak diperlukan, daripada melewatkannya," kata NASA.

Jika berjalan sesuai rencana, Perseverance akan mencapai Mars pada 18 Februari 2021, menjadi penjelajah kelima yang menyelesaikan perjalanan sejak 1997.

 

Lebih Mutakhir

Sejauh ini, hanya AS yang meluncurkan misi ke Mars. Tiongkok dilaporkan meluncurkan penjelajah Mars pertamanya pekan lalu, yang dijadwalkan tiba pada Mei 2021. Pada tahun depan, Mars akan kedatangan tiga misi penjelajah aktif, termasuk NASA Curiosity, yang mendarat pada 2012.

Perseverance adalah versi lanjutan dari Curiosity yang memiliki kemampuan jelajah lebih cepat, lebih cerdas, dan mampu menavigasi diri sejauh 200 meter (650 kaki) per hari.

Wahana segala medan itu berukuran kecil, dengan berat satu metrik ton, memiliki 19 kamera dan dua mikrofon, yang diharapkan akan menjadi misi pertama yang merekam suara di Mars. Perseverance juga memiliki lengan robot sepanjang dua meter, dan ditenagai oleh baterai nuklir kecil.

Begitu sampai di permukaan Mars, NASA akan melepaskan "Ingenuity Mars Helicopter", helikopter tanpa awak seberat 1,8 kilogram yang akan terbang di atmosfer planet yang memiliki kepadatan hanya satu persen dibanding atmosfer Bumi.

Penggunaan Ingenuity Mars Helicopter untuk mewujudkan konsep revolusi eksplorasi planet, karena selama ini kendaraan penjelajah hanya dapat beroperasi sejauh beberapa puluh kilometer, dan rentan terhadap halangan berupa bukit pasir, dan hambatan lainnya.

Wahana Perseverance sendiri disiapkan untuk beroperasi setidaknya selama dua tahun, tetapi mungkin jauh lebih lama mengingat daya tahan kendaraan dalam misi sebelumnya. SB/AFP/I-1

 

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment