Koran Jakarta | April 18 2019
No Comments

“My Sweet Twitter”

“My Sweet Twitter”

Foto : KORAN JAKARTA/ONES
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO

 

Saya ikutan memakai sebutan “My Sweet Twit­ter”, Twitter-ku yang manis, karena memang Twitter yang ini pas manis-manisnya, pas syantik syantiknya. Harapan pada media ini—dan bentuk media sosial lainnya mempunyai ekspe­ktasi tinggi. “Twitter do your magic”. Twitter perlihatkan keajaibanmu, karena Twitter bisa menunjukkan keajaiban-hasil yang luar biasa baik dan tak terduga.

Misalnya, adanya imbauan agar mereka yang tinggal di daerah pertokoan ke arah pom bensin daerah tertentu, di situ suka ada bapak-bapak penjual makanan yang perlu dibantu, da­gangannya bisa diborong. Ini yang biasa, klasik, dan biasanya sukses. Di daerah perkampungan saya ting­gal, ada penjual kerupuk. Orang­nya sudah berumur dan buta. Beberapa penduduk menyediakan diri menjadi pelanggan. Ada yang seminggu sekali. Juga ada penjual jamu gendong yang menemukan jalan keluar bagi pedagang yang membutuhkan. Keajaiban benar-benar terjadi. Saat ini.

Peristiwa lain adalah imbauan memberi bantuan mereka yang sakit, tak mempunyai keluarga, yang menderita penyakit yang tidak biasa. Yang ini agak berliku, namun beberapa kisah sukses terjadi karena ada organisasi yang menangani.

Kali ini imbauan, ajakan sesuatu yang “baru”. Bukan penolong penjual bahan makanan, atau membantu orang sakit... melainkan mengenai hidup bersama, menge­nai lingkungan. Sedemikian santun dan mengesankan, saya akan kutip penuh di sini.

Tolong posting dan bantu terus­kan pesan ini ke semua grup Anda yang lain, agar dapat diedarkan, terima kasih.

Sebentar lagi musim buah-buahan seperti mangga,durian, rambutan, langsat, duku, manggis, nangka, dan lain-lain akan tiba.

Saya mengajak kepada kita semua untuk TIDAK membuang biji buah langsung ke tempat sampah, tetapi mencuci dan mengeringkannya (di bawah sinar matahari) dan membungkusnya di dalam koran dan menyimpannya di mobil Anda.

Setiap kali Anda pergi dan menemukan tanah kosong terbuka, atau pun di pinggir jalan raya, buang biji-bijian ini. Mereka akan berkecambah dengan mudah di musim hujan yang akan datang.

Jika dengan tindakan seder­hana ini kita dapat menyumbang satu pohon saja setiap musim bagi dunia kita, misi kita untuk menghijaukan dunia ini akan berhasil.

Pemerintah Thailand telah mempromosikan hal ini kepada semua warganya selama beberapa tahun terakhir,

Banyak petugs distrik mereka yang telah mendorong kampanye ini secara agresif dengan sangat berhasil. Jumlah pohon buah bua­han di alam tekah berlipat ganda beberapa kali, terutama di distrik utara Thailand.

Mari kita warga Indonesia juga bergabung dengan Thailand dalam inisiatif cemerlang ini untuk menyebarkan kelimpahan di alam dengan cara sederhana namun efektif, dan berkontribusi kem­bali bagi generasi kita berikutnya. Harap teruskan ke semua grup,

Saya meneruskan dan bahkan menuliskan kembali, dan berharap turut serta terlibat dalam karya indah ini.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment