Koran Jakarta | July 22 2017
No Comments

"Lounge" Berstandar Hotel Bintang


Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Ruang tunggu berbentuk lounge menjadi bagian bandara yag tidak terpisahkan. Meski belum semua bandara di Indonesia memiliki lounge, keberadaannya makin dibutuhkan sejalan dengan makin dibukanya sejumlah bandara dan meningkatnya arus penumpang.

Concordia Lounge menjadi lounge yang dikembangkan Angkasa Pura (AP) I melalui Angkasa Pura Hotels (APH). Lounge dengan konsep hotel bintang ditawarkan untuk menarik konsumen. Lounge dibedakan menjadi kelas premium, eksekutif dan bisnis. 

“Untuk kelas premium, kita coba di bandara Juanda untuk penerbangan domestik dan Internasional,” ujar Farid Indra Nugraha, Direktur Desain Operasi dan Marketing Angkasa Pura Hotels, Senin (15/5). Jika berhasil, lounge akan dikembangkan di empat bandara utama AP I.

Lounge dibagi dalam sejumlah tingkatan. Kelas premium setara dengan hotel bintang lima, di dalamlounge tersebut tersedia tambahan shower maupun ruang perpustakaan untuk penumpang yang tengah menunggu jam penerbangan. 

Sedangkan di lounge eksekutif merupakan lounge yang setara dengan hotel bintang empat. “Kalau untuk kelas bisnis, standar pelayanan lounge,” ujar dia.

Rata-rata, semua lounge yang akan dikembangan akan dimasukkan ke kategori kelas eksekutif. Seperti bandara yang akan dikembangkan AP I di Sentani, Labuan Bajo, Tarakan maupun Palu. “Kalau terus merugi akan turun ke kelas bisnis,” ujar dia. 

Sampai saat ini, lounge kelas eksekitif telah ada di bandara di Yogyakarta dan Banjarmasin.‎ Untuk mengembangkan desain interior setiap lounge, APH tidak menggandeng profesional desainer interior. 

“Semua dikerjakan sendiri,” ujar dia. Pasalnya, APH telah memiliki pengalaman di bidang hospitality sehingga belum perlu untuk menggandeng tenaga desainer interior profesional. Pelayanan wifi, sofa dan sejumlah hidangan menjadi layanan standar lounge yang dikelola APH.

Farid mengatakan lounge yang berada di bandara tak ubahnya dengan tenant lainnya. Mereka memberikan pelayanan pada para penumpang sebelum naik pesawat. “Kalau di lounge, orang kanmemiliki privilege. Ada orang yang tidak ingin ditemui orang  lain,” ujar dia tentang salah satu manfaat lounge.

Lounge yang dikembangkan AP I melalui APH tidak sekedar unit bisnis, keduanya memiliki keterhubungan. “Ini target penilaian AP I,” ujar dia. Sementara, Danny P Thaharsyah, Direktur Utama Angkasa Pura Hotels mengatakan bahwa Concordia Lounge akan ada di semua bandara AP I pada tahun ini sehingga semua bandara pelayanannya bisa standar.  din/E-6

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment