Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments

“Kita Harus Optimistis dan Bangun Kerukunan”

“Kita Harus Optimistis dan Bangun Kerukunan”

Foto : Koran Jakarta/Wahyu AP
detik proklamasi I Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyapa tamu saat Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-73 di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8).
A   A   A   Pengaturan Font

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2018 yang digelar di Istana Merdeka, Jumat (17/8) dimeriahkan dengan berbagai penampilan seperti drama kolosal, paduan suara, atraksi pesawat tempur TNI Angkatan Udara hingga ragam busana adat dari seluruh Indonesia yang dikenakan para pejabat dan para tamu undangan.

Presiden Joko Widodo menyampaikan harapannya bagi rakyat Indonesia di HUT ke-73 RI.

Menurut Presiden, rakyat Indonesia harus lebih optimistis dan semangat dalam membina persatuan dan kerukunan antarsesama. “Spiritnya saya kira kita harus optimis, membangun kerukunan, persatuan, dan kesatuan. Kita harus memberikan porsi lebih banyak kepada kerukunan, dan persatuan, karena stabilitas politik, stabilitas keamanan adalah modal paling fundamental dalam membangun negara ini,” kata Kepala Negara.

Sementara itu, salah seorang suku baduy, Saija terlihat ikut hadir dalam upacara kali ini. Ia terlihat mengenakan pakaian khas warga baduy dengan tanpa menggunakan alas kaki.

Saija mengaku mendapatkan undangan dari Istana Kepresidenan untuk hadir dalam acara ini. “Ini (pakai pakaian adat baduy) juga sudah dibicarakan dengan pihak istana,” ucap Saija santai dengan menghilangkan tangannya dibelakang punggung.
Pakaian Adat

Koran Jakarta yang hadir di acara ini melihat, Presiden Joko Widodo memakai baju adat Aceh dengan kopiah Meukeutop yang dikenakan di kepala. Sedangkan, Ibu Negara Iriana mengenakan busana adat Minangkabau Koto Gadang.

Selain Presiden, Wapres dan Ibu Mufida Jusuf Kalla juga memakai baju adat Bugis, Makassar. Sejumlah Paspampres juga tampak mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia seperti dari Jawa Barat, Sumatra Barat, Bali, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi, dan lainnya.

Para menteri kabinet kerja juga melakukan hal yang sama. Misalnya Menkeu Sri Mulyani dan Menlu Retno Marsudi memakai kebaya adat jawa, Menteri KKP Susi Pujiastuti dan Menteri ESDM menggunakan adat bali.

Selanjutnya, Menkumham Yasonna Laoly memakai pakaian adat batak, Menaker Hanif Dhakiri adat minang, Menteri PPA Yohanna Yambise adat papua, Menko PMK Puan Maharani adat dayak Kalimantan Barat, Menhan Ryamizard Ryacudu memakai adat Sumsel dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memakai aksesoris berupa tutup kepala adat dayak.

Tidak hanya para pejabat saja, tamu undangan juga memakai baju adat masing-masing daerah di Indonesia.

“Ya, negara kita ini adat dan tradisinya banyak sekali. Pakaian adat juga banyak, ratusan mungkin ribuan,” ujar Presiden. 

 

fdl/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment