Koran Jakarta | November 17 2018
No Comments

#KembalikanPanciKami

#KembalikanPanciKami

Foto : koran jakarta/ones
A   A   A   Pengaturan Font

Viralnya tagar #Kembalikan- PanciKami, saya kira masih ada kaitannya dengan “Efek Asian Games”, artinya secara langsung terhadap kesuksesan dan prestasi Asian Games 2018.

Di saat kebanggaan bersama tengah marak, adalah KMRT Roy Suryo,50 tahun, yang berkomentar berbeda. Bukan kebetulan beliau ini ada mantan Menteri Olah Raga, mantan anggota DPR, dan sekarang menduduki jabatan wakil ketua umum Partai Demokrat.

Roy Suryo di awal pun meragukan kemampuan para atlet. Dan ketika sukses melampui target, masih saja kilahnya.

Menurut saya, orang lain tak usah menurut juga tak apa, ini yang memicu dan mempertanyakan, di zaman Roy selaku Menpora, apa prestasi atlet kita, kenapa bonusnya tersendat.

Lebih dari itu semua dipertanyakan, termasuk 3.226 barang dari rumah dinas sewaktu menjabat.Saya menduga sebagai “Efek Asian Games”, karena surat yang meminta pertanggung jawaban itu sudah beredar 1 Mei 2018.

Bahkan tahun sebelumnya sudah ada “peringatannya”. Namun baru diramaikan setelah Roy Suryo menyinyiri keberhasilan Asian Games yang dirasakan masyarakat.

Roy mencoba melawan arus untuk diperhatikan, dan agaknya tak menyangka kali ini arusnya kelewat kuat. Sehingga masyarakat perlu mengingatkan bahwa barang yang dibawa itu milik negara, yang dibeli dari uang rakyat, sehingga rakyat berhak ikut menagih.

Kini, bukan hanya di medsos saja berita, opini, tinjauan berlangsung, melainkan juga di di media utama. Rasa-rasanya baru kali ini—termasuk di rubrik ini menyoal pribadi seseorang.

Meskipun saya berfokus pada efek komunikasi yang ditimbulkan. Tanpa menyertakan gambar atau teks yang menggelikan dan menyiutkan nyali. Viralnya tagar #KembalikanPanciKami,saya kira masih ada kaitanna dengan “Efek Gempa Lombok”.

Setidaknya dalam artian kabar ini terus menyeruak, beranak pinak, menjadi menu utama semua stasiun siar, dan apalagi ada dinamika lain yang menyertai.

Konon Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, juga menegaskan untuk mengembalikan barang yang belum diserahkan. Juga tokoh-tokoh lain.

Termasuk sahabatnya. Termasuk teman lama yang dulu meragukan profesionalitas Roy Suryo sebagai ahli telematika, telematique, bertemunya jaringan komunikasi dan informasi, yang keduanya tidak dikuasai.

Dan begitulah jejak digital yang akan selalu dimunculkan tentang seseorang atau peristiwa tertentu.

Termasuk pengakuannya menemukan rekaman asli lagu Indonesia Raya—dan ternyata malah tidak hapal menyanyikan di pesta olah raga.Atau kesaksian yang menyudutkan penulis email yang dianggap merusak nama baik rumah sakit.

Saya tidak ingin membuat daftar yang panjang, termasuk keributan naik pesawat karena terlambat. Tapi ini semua, sekali lagi, dimunculkan kembali, dan tak terbantahkan.

Ada adegan kejadian, ada kalimat langsung, ada suasana dengan data dan fakta. Kadang komentar juga, dan terasa kasar. Menampar mereka yang biasa dengan kalimat santun.

Namun agaknya ini yang tak bisa ditahan, karena semua orang bisa mengeluarkan komentar semaunya. Dan gayung bersambut, karena pihak Roy merasa dirugikan, kemudian menggandeng pengacara.

Yang pasti, kalau menempuh cara ini akan panjang, dan semua yang masih tertutup akan dibuka lebar. Padahal persoalannya bisa sederhana.

Kalau memang ada barang yang terangkut—dan sebagian sudah dikembalikan—tinggal mengembalikan sisanya.

Tagar #KembalikanPanciKami mengisyaratkan itu, menunjukkan penyelesaian yang aman. Kecuali memilih cara seperti judul tagar-tagar yang ada. Mudah-mudahan sih tidak begitu.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment