Koran Jakarta | June 26 2017
No Comments
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo tentang Terlambatnya Proses Pencetakan “E-KTP”

“Kami Tidak Ingin Terjebak Permasalahan yang Diproses KPK”

“Kami Tidak Ingin Terjebak Permasalahan yang Diproses KPK”

Foto : ANTARA/Hafidz Mubarak A
A   A   A   Pengaturan Font
Sidang perdana kasus korupsi proyek e-KTP menyentak publik. Sejumlah nama “besar” disebut dan diduga menerima uang dengan jumlah bervariasi. Nama-nama yang disebut, antara lain mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni, dan sejumlah anggota DPR. Bahkan, nama Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly pun ikut disebut.

 

Proyek e-KTP sendiri hingga sekarang masih berjalan. Lelang blangko sempat tersendat, karena tak ada pemenang lelang. Lelang pun diulang. Kabar terbaru, seperti diungkap Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, lelang blangko sekarang sudah berhasil.

Pemenang telah ditetapkan, tinggal menunggu tahap masa sanggah. Untuk mengupas itu lebih dalam Koran Jakarta berkesempatan mewawancarai Mendagri, Tjahjo Kumolo. Berikut petikannya.


Sidang perdana kasus e-KTP pekan lalu, nama-nama besar disebut dan diduga menerima uang dengan jumlah bervariasi. Tanggapan Anda?


Silahkan tanya KPK, saya enggak ikut komentar, bukan ranah kami, tetap prinsipnya ada praduga tak bersalah ditegakkan. Itu saja.


Jika terbukti bersalah?


Ya proses pengadilan, kan masih lama. Itu masalah hukum.


Lelang blangko bagaimana? Daerah sudah kehabisan blangko?


Kalau blangko yang di suatu daerah itu habis kami akui, memang sekarang sedang proses cetak. Tapi tidak semua daerah di Indonesia habis. Ada kabupaten yang masih ada. Ada yang belum, tergantung perekaman e-KTP.

Selama saya dua tahun jadi menteri, sekarang sudah mencapai 96 persen, lebih dari 183 sekian juta yang harus punya e-KTP sudah merekam.


Saya mohon yang enam juta ini, baik yang belum merekam maupun yang belum mendapatkan e-KTP, baru dapatkan surat sementara, saya mohonkan merekam. Saya kira Maret ini sudah mulai cetak. Saya optimistis tahun ini selesai, itu aja.


Ada berapa daerah yang kehabisan blangko?


Ya soal 1, 2, 3, 4 atau 5 masih ada yang belum dapat.


Tapi, ini kan sudah berbulan-bulan kehabisan blangko. Tanggapan Anda?


Ya memang habis, karena apa? Karena macam-macam kan staf kami waktunya tersita ya, hampir sebagian besar dipanggil KPK untuk diminta kesaksiannya untuk masalah hukum ini. Wajar dong, secara psikis enggak bisa kerja secara penuh.

Kami juga memaklumi, tapi kami tetap ya kalau naik mobil tidak bisa persneling 1, ya 2, ya 3 , pokoknya tetap jalan. Dua tahun ini sudah bisa maksimal, meskipun belum memuaskan semua pihak. Saya mohon maaf, tapi kami yakin ini akan selesai.


Kasus di KPK punya pengaruh pada keterlambatan proses e-KTP?


Kalau saya mengatakan tidak ada kaitannya juga enggak juga, tapi yang inti kami tidak ingin terjebak pada permasalahan yang sedang diproses KPK, itu sisi hukum. Soal sisi teknisnya kami tetap jalan. Soal ada hambatan, wajar. Kami juga cari solusi yang terbaik, itu saja, enggak ada masalah.


Kabar terbaru hasil Pansel penyelenggara pemilu bagaimana?


Hasil pansel sudah ada, tinggal kita nanti ke DPR


Jadi hasil seleksi belum diserahkan ke DPR?


Sampai sekarang belum ada resmi ya, kalau orang per orang, sah-sah saja. Belum ada sikap resmi dari DPRPR kapan membahasnya. agus supriyatna/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment