Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo, tentang Menjaga Stabilitas Harga Pangan

“Kami Menargetkan 50 Ribu Rumah Pangan di Seluruh Indonesia”

“Kami Menargetkan 50 Ribu Rumah Pangan di Seluruh Indonesia”

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Selama ini, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai stabilisator harga cukup penting. Kebergantungan pemerintah terhadap efektivitas peran Bulog sangatlah tinggi. Kendati demikian, Rumah Pangan Kita (RPK) tetap menjadi cara paling jitu untuk mengatasi fluktuasi harga pangan di Tanah Air.


Tidak terbantahkan bahwa RPK merupakan sektor yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Harapannya, daya serapnya langsung ke konsumen.

Untuk memperjelas soal peran RPK, berikut ini wawancara Koran Jakarta dengan Direktur Pengembangan Bisnis dan IIndustri Bulog, Imam Subowo. Berikut petikannya.

Apa tugas RPK?
RPK merupakan program kerja sama antara Bulog dan masyarakat. Warga yang akan menjadi agen RPK akan mendapatkan suplai kebutuhan pangan, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung. Intinya dengan RPK, Bulog hendak mendekatkan diri dengan masyarakat, menjaga stabilitas harga serta menekan inflasi.

Berapa jumlah RPK di Indonesia?

Saat ini, ada sebanyak 10 ribu titik RPK di seluruh Indonesia. Tahun ini, kami menargetkan akan ada 50 ribu RPK di seluruh penjuru Indonesia.

Lalu apa keuntungannya dengan menggunakan RPK?

Dengan RPK itu langsung ke konsumen. Itu sesuai dengan harapan kita, sementara cara lain, yakni berjualan melalui distributor dan penjualan langung ke hotel dan restoran dianggap belum berdampak besar.

Bagaiman pola penetapan harga di RPK?

Masyarakat bisa membeli produk Bulog di RPK terdekat dengan harga terjangkau. Harga yang dijual di RPK merupakan satu suara yang ditetapkan Bulog. Artinya, meski harga pasaran gula pasir 15 ribu rupiah per kilogram (kg), Bulog menetapkan harga 12.500 rupiah per kg.

Mitra atau pemilik RPK tidak boleh menaikkan harga sedikit pun. Sebab, kehadiran RPK adalah untuk membantu Bulog melakukan stabilisasi harga. Bila harganya tidak beda dengan harga di pasar, RPK berarti tidak berdampak untuk masyarakat.

Apa saja komoditas pangan yang dijua di RPK?

Bulog menjual empat komoditas pangan strategis, yakni beras, gula pasir, terigu, dan minyak goreng. Berdasarkan perintah Bulog, beras medium dijual di RPK seharga 8.500 rupiah per kg dan gula pasir 12.500 rupiah per kg.

Apakah termasuk dengan daging?

Iya, untuk beberapa RPK di Jakarta telah mampu menyediakan pendingin sehingga telah bisa menyalurkan daging sapi dan daging kerbau kepada konsumen. Diharapkan, RPK lain juga bisa turut menyalurkan daging dengan catatan harus memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai.

Ke depan, komoditas lain seperti jagung dan cabai juga akan masuk ke dalam RPK untuk memaksimalkan stabilisasi pangan. Namun, hal ini dilakukan bertahap.

Apakah dalam penjualannya, ada batasan kuota yang ditetapkan?

Masyarakat bisa membeli produk Bulog di RPK tanpa adanya batasan jumlah. Seperti diketahui, harga murah biasanya diikuti dengan syarat pembelian maksimal yang harus dipatuhi.

Bagaimana caranya agar menjadi agen RPK?

Menjadi agen RPK tidak sulit. Masyarakat cukup mengajukannya ke Bulog terdekat dengan membawa KTP, KK, serta surat keterangan dari RW setempat. SSemua orang bisa menjadi agen RPK, tetapi dibatasi setiap RW hanya satu agen.

Apakah ada aturannya?

Agen RPK harus menjual produk sesuai dengan harga yang ditetapkan Bulog. Bila agen melakukan pelanggaran, kerja sama diberhentikan dan Bulog selanjutnya menghentikan pasokan ke agen dimaksud. Itu merupakan perwujudan dari konsisten Bulog bahwa RPK bertujuan untuk menstabilkan harga pangan.  eric sabini/AR-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment