Koran Jakarta | November 13 2018
No Comments

“Guns N Roses” Sukses Ingarkan Ibu Kota Jakarta

“Guns N Roses” Sukses Ingarkan Ibu Kota Jakarta

Foto : Koran Jakarta/M Fachri
Pernak-pernik I Pedagang menjual kaos dan pernak-pernik Group Band Guns N’ Roses di Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/11). Beberapa jam jelang konser Guns N’ Roses di Gelora Bung Karno, antuasiasme para penggemar band asal Los Angeles, Amerika Serikat tersebut makin terasa, tak hanya tiket, pernak-pernik resmi dari konser bertajuk ‘Not In This Lifetime’ itu juga ikut diburu.
A   A   A   Pengaturan Font

Konser band rock asal Amerika Serikat, Gun N Roses (GNR) di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Kamis (8/11) malam, sukses membuat para penggemarnya bernostalgia dengan lagu-lagu terbaiknya.

Tampil dengan tiga personel utama pendiri band ini, yakni Axl Rose (vokal), Slash (gitar), dan Duff McKagan (bas), GNR sukses menjadikan Jakarta sebagai kota pertama tur konsernya di Asia yang bertajuk “Not In This Lifetime Tour” itu.

Pantauan Koran Jakarta di stadion GBK, para penonton konser GNR telah membanjiri sekitar stadion sejak sore hari. Bahkan, situasi lalu lintas di seputar stadion telah padat merayap, hingga pihak kepolisian menutup akses masuk GBK dari depan mal Senayan City menuju Hotel Atlet Jakarta. Di sekitar stadion pun telah ramai ditemui para pedagang kaos dan pernak-pernik bertemakan Gun N Roses.

Indonesia memang menjadi salah satu penggemar Gun N Roses terbesar di dunia. Namun, konser kali ini adalah kali kedua mereka menyambangi Jakarta. Sebelumnya, konser perdana GNR digelar pada 12 Desember 2012 , di Lapangan D Senayan, Jakarta. Sayangnya, kala itu GNR tidak tampil dengan deretan personel punggawanya. Hanya Axl Rose saja sebagai personel lama yang hadir di konser tersebut.

Tak heran, jika konser GNR bertajuk “Not In This Lifetime” kali ini lebih semarak dibanding 2012 lalu. Pasalnya, konser kali ini diperkuat oleh tiga personel utama sejak band ini berdiri, Axl Roses, Slash, dan Duff McKagan. Selain itu, GNR juga mempersiapkan dengan matang konser ini. Sebagaimana pihak managemen GNR yang menyebut bahwa mereka membawa peralatan seberat 40 ton, dan membawa personel serta kru sebanyak 50 orang.

Adib Hidayat, selaku perwakilan promotor mengatakan pihaknya telah mengantisipasi sisi keamanan untuk konser itu. “Sebanyak 4.000 personel, 1. 000 orang dari pihak TNI-Polri, 2.000 dari pihak pengamanan sipil, hingga pengamanan sampai empat ring. Ring satu di dalam GBK, sementara ring dua dan tiga berada di parkiran dan pintu masuk, serta ring empat berada di luar GBK,” ujar Adib kepada awak media sebelum konser.

Di dalam stadion, pihak promotor juga menyebut telah mengamankan rumput stadion dengan memberi alas hingga rumput kesayangan pecinta sepakbola Tanah Air itu aman dari kaki-kaki ribuan penonton. Seperti yang dijanjikan pihak promotor sebelumnya, tatanan lighting, panggung, dan layar LED telah terpasang cukup apik, menambah mewahnya penampilan GNR malam itu.

Sebelum konser dimulai, sekitar pukul 19.35 WIB, lagu kebangsaan Indonesia Raya dilantunkan seluruh penonton, dipimpin oleh penyanyi Kikan. “God bless Indonesia,” teriak Kikan seusai memimpin lagu kebangsaan kepada para penonton yang rata-rata didominasi usia 30 tahun ke atas. Di awal penampilannya, sekitar pukul 20.00 WIB, GNR muncul ke atas panggung dengan membawakan lagu It’s So Easy, lalu lanjut dengan tembang Mr Brownstone.

Selanjutnya, lagu Welcome to the Jungle membuat histeris penonton. Lagu bertempo cepat itu membuat penonton berjingkrak, dan ikut sing a long mengikuti alinan lirik yang keluar dari mulut Axl Rose: Belum sepatah kata keluar dari mulut Axl Rose menyapa penonton dari lagu pertama hingga kermpat. Tentunya, jangan dibandingkan penampilannya Axl Rose di masa kejayaannya. Di usianya kini, memang lumrah kualitas vokal Axl Rose terdengar menurun. Secara general, penampilan GNR masih layak diacungi jempol.

Pengakuan salah satu penonton dari Jakarta yang berada di kelas festival A mengaku kualitas vokal Axl Rose memang berkurang, namun bagi sebagian para fans yang ditunggu-tunggu adalah momen reuni dan nostalgia dengan para punggawa GNR di konser.

“Puas ya, meski kualitas suara Axl agak menurun. Tapi bagi saya yang penting adalah nostalgianya itu, bisa melihat mereka membawakan lagu-lagu top di era kejayaan mereka,” sebut Irul, salah seorang penonton yang mengaku telah hadir sejak sore hari.  yzd/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment