Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Perang Dagang - Belum Kenakan Tarif Baru

“Gencatan Senjata” Jelang Pertemuan Xi Jinping-Trump

“Gencatan Senjata” Jelang Pertemuan Xi Jinping-Trump

Foto : AFP/ SAUL LOEB
JAMUAN MAKAN MALAM - Presiden AS Donald Trump bersama delegasi bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri jamuan makan malam di sela-sela pertemuan pimpinan G20 di Buenos Aires, Argentina, Desember 2018.
A   A   A   Pengaturan Font
Berhasil atau tidaknya pertemuan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dengan Presiden AS, Donald Trump, tergantung pada Washington apakah menyetujui perjanjian tentatif itu atau tidak.

BEIJING – Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah sepakat untuk gencatan senjata sementara dalam perselisihan perdagangan mereka menjelang pertemuan antara para pemimpin kedua negara pada KTT G20, akhir pekan ini.

Mengutip dari berbagai sumber, South China Morning Post (SCMP) melaporkan isi gencatan senjata perang dagang itu di antaranya akan menghentikan sanksi tarif tambahan AS senilai 300 miliar dollar AS atas barang-barang Tiongkok.

Penyataan itu akan dikeluarkan sebagai siaran pers yang terkoordinasi dan bukan pernyataan bersama. Menurut sumber SCMP, berhasil atau tidaknya pertemuan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dengan Presiden AS, Donald Trump, tergantung pada Washington apakah menyetujui perjanjian tentatif itu atau tidak.

Sebelumnya, Rabu (26/6) waktu setempat, Trump mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan dengan Xi mungkin dilakukan akhir pekan ini. Tetapi, ia siap untuk mengenakan tarif pada hampir semua impor Tiongkok yang tersisa jika kedua negara itu terus tidak menemui persetujuan.

Tiongkok dan Amerika Serikat telah mengenakan tarif hingga 25 persen untuk ratusan miliar dollar dari barang satu sama lain dalam perang dagang yang telah berlangsung hampir setahun. Hubungan antara Washington dan Beijing telah menurun sejak pembicaraan gagal pada Mei, ketika Amerika Serikat menuduh Tiongkok mengingkari janji untuk mereformasi ekonominya.

AS memang berharap segera kembali dimulainya perundingan perdagangan dengan Tiongkok setelah Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, bertemu di Jepang pada akhir pekan ini. Tetapi, Washington menekankan pihaknya tidak akan menerima persyaratan tentang penggunaan tarif AS dalam perselisihan dagang.

Hal itu dikatakan seorang pejabat senior administrasi. Bahkan, Trump telah mengeluarkan ancaman baru akan mengenakan tarif pada para produk-produk Tiongkok lainnya yang diimpor AS senilai 325 miliar dollar AS.

Sanksi tarif baru itu, mencakup hampir semua produk impor AS dari Tiongok yang belum kena tarif, termasuk produk konsumen seperti ponsel, komputer, dan pakaian. Itu diberlakukan bila pertemuan dengan Xi tidak menghasilkan kemajuan dalam menyelesaikan persoalan perang dagang dengan AS.

 

Niat Baik

 

Sejauh ini, kedua belah pihak setuju tidak mengenakan tarif baru sebagai isyarat niat baik melanjutkan negosiasi, kata pejabat tersebut. Namun, ia kembali menegaskan tidak jelas apakah hal itu akan terjadi atau tidak.

Pejabat tersebut menambahkan, AS tidak akan menghadiri pertemuan dengan Xi dengan syarat. Ia menegaskan Washington ingin Beijing mengembalikan kembali janji-janji yang sebelumnya ditarik saat perundingan macet.

Sementara itu, Tiongkok tidak menunjukkan tanda-tanda melunak dan mengatakan bahwa kedua belah pihak harus melakukan kompromi dalam pembicaraan perdagangan. Kesepakatan perdagangan harus bermanfaat pada kedua negara. 

 

scmp/SB/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment