Koran Jakarta | November 13 2018
No Comments
Dugaan Penyuapan

“Fee” Rp56 Miliar Kasus Lampung Selatan Dilacak

“Fee” Rp56 Miliar Kasus Lampung Selatan Dilacak

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri fee kasus suap di Lampung Selatan. KPK mengidentifikasi ada fee sekitar 56 miliar rupiah dalam pengem­bangan kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan pada tahun anggaran 2018.

“Kami lakukan penelusuran informasi terhadap fee proyek-proyek lain pada tahun 2016, 2017, dan 2018 di Dinas PUPR. Sampai saat ini, penyidik terus menyisir dan mengidentifikasi dugaan fee sekitar 56 miliar rupiah dalam proyek-proyek tersebut,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu (10/10).

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah Bupati Lam­pung Selatan nonaktif Zainu­din Hasan (ZH), anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho (ABN), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pena­taan Ruang (PUPR) Lampung Selatan Anjar Asmara (AA), dan Direktur PT Prabu Sungai An­dalas Gilang Ramadhan (GR).

Secara paralel, lanjut Febri, KPK perlu memetakan aset un­tuk kepentingan asset recovery dalam kasus suap di Lampung Selatan. Ini diperlukan agar nanti jika sudah terbukti di pengadilan hingga inkracht, maka aset-aset yang pernah dikorupsi dapat dikembalikan ke masyarakat melalui meka­nisme keuangan negara.

Banyak Saksi

Untuk tersangka Zainudin, kata Febri, sejauh ini telah di­periksa banyak saksi, sekitar 50 orang dengan unsur dari ang­gota DPRD Provinsi Lampung, aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Lampung Selatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabu­paten Lampung Selatan, dan Kabid Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.

Selanjutnya, Direktur PT Prabu Sungai Andalas, Kabid Pengairan Dinas PUPR Ka­bupaten Lampung Selatan, Komisaris dan Karyawan PT 9 Naga Emas. “Penyidikan untuk Gilang Ramadhan telah sele­sai sejak 24 September 2018, kemudian dilimpahkan ke penuntutan dan pengadilan. Sidang perdana akan dilaku­kan pada hari Jumat, 12 Okto­ber 2018 di Pengadilan Tipikor di Lampung,” ungkap Febri.

Dalam operasi tangkap ta­ngan (OTT) terkait kasus itu, tim KPK mengamankan 200 juta rupiah dari tangan Agus Bhakti Nugroho yang diduga suap terkait dengan fee proyek di dalam tas kain merah dalam pecahan 100 ribu rupiah.

Selain itu, di rumah Anjar As­mara, tim juga mengamankan sejumlah uang sebesar 399 juta rupiah dari sebuah lemari da­lam pecahan 50 ribu rupiah dan 100 ribu rupiah dan uang terse­but adalah uang yang terkait dengan fee proyek-proyek dari rekanan-rekanan yang lain.

Sebagai pihak yang diduga pemberi adalah Gilang Rama­dhan. Sedangkan diduga sebagai penerima, yaitu Zainudin Hasan, Agus Bhakti Nugroho, dan Anjar Asmara.

mza/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment