Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments

Keajaiban Dunia di Kaki Merapi

Keajaiban Dunia di Kaki Merapi

Foto : koran jakarta/aloysius widiatmaka
A   A   A   Pengaturan Font

Masyarakat semakin kreatif menciptakan destinasi wisata yang mengagumkan. Kawasan kaki Gunung Merapi di bagian Kabupaten Sleman, Yogyakarta, kini banyak dieksplorasi masyarakat setempat. Mereka menyulap kawasan-kawasan yang semula tak terinjak orang menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan.

Masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya yang ingin berfoto di sejumlah keajaiban dunia atau landmark dunia tak perlu jauh-jauh ke Eropa. Kini, mereka bisa menemukannya di kaki Gunung Merapi. Misalnya, untuk berfoto di Menara Eiffel ada, tidak perlu ke Paris, Prancis. Untuk bergaya di koloseum atau menara Pisa tak perlu ke Roma. Di sini juga ada.

Kemudian yang selama ini bermimpi selfie di kincir Belanda, tak usah jauh-jauh karena bisa menemukan di sini. Mungkin yang juga tak kalah dicari adalah Patung Liberty. Wisatawan juga dapat mengabadikan di sini, tak perlu ke negeri Paman Sam. World Landmarks ini sekarang menjadi salah satu tujuan turistik paling laris di kawasan Merapi, selain Lost World, tentunya.

Destinasi ini bernama lengkap The World Landmarks Merapi Park Jogja sudah dibuka Juni 2017 lalu. Di sini, wisatawan dapat menikmati berbagai wahana berupa landmarks atau simbol-simbol ikonik yang menjadi incaran turis dunia di milik berbagai negara.

Lokasinya berada sangat dekat dengan berbagai tempat wisata lain di lereng Gunung Merapi, menjadi pilihan pelancongan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Bahkan dari luar kota mulai banyak melirik destinasi yang mengarah ke Kaliurang tersebut.

Masyarakat Jabodetabek untuk bisa sampai di lokasi antara lain bisa naik pesawat Garuda Indonesia atau Sriwijaya Air dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Adisucipto Yogyarakat. Dari bandara bisa berkendara sekitar 45 menit ke arah Kaliurang (Merapi).

The World Landmarks berada di Jalan Kaliurang Km 25, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Bus-bus besar bisa sampai ke lokasi. Beberapa kilo sebelum Kaliurang, belok kanan (ke barat), lalu ke utara dan ke timur, sampailah di lokasi.

Wisatawan tak terlalu sulit menemukan lokasi karena di Jalan Kaliurang ada petunjuk besar sekali. Setelah belok ke kiri, turis akan terus dibimbing petunjuk sampai ke World Landmarks. Di dalam kawasan wisata, masyarakat juga dapat menikmati berbagai arena lain selain simbol-simbol ikonik tersebut, di antaranya naik kuda, bermain dadu, atau menembak.

Baru

Belakangan juga tengah dibangun beberapa wahana baru untuk melengkapi tempat piknik yang makin ramai tersebut. Tiket masuknya 20.000 rupiah. Anak-anak juga dapat bermain di wahana air. Namun untuk masuk, wisatawan harus membayar lagi 15.000 rupiah. Uniknya, malahan juga mulai tampak wisatawan mancanegara. “Bagus juga,” kata Helga (39) singkat, saat ditanya komentarnya mengenai tempat rekreasi ini. Menurut turis asal Finlandia tersebut, di negaranya malah tidak ada wahana seperti itu.

Untuk menikmati suasana di sini lebih baik sebelum pukul 12.00 atau setelah pukul 14.00 agar tidak terlalu tersengat matahari. Maklum walaupun boleh dikata lokasi wisata tersebut berada di kaki Gunung Merapi, kalau siang tetap panas. Apalagi di kawasan dalam destinasi belum banyak pohon besar, sehingga kalau tidak berteduh pada tengah hari akan benar-benar terasa terik terkena panas matahari.

Untuk mereka yang sudah lelah berkeliling untuk foto-foto, dapat mencoba makanan di beberapa kafe atau kantin yang tersedia di dalam. Makanannya cukup lengkap, enak, dan harganya terjangkau. Ada yang prasmanan. Ada pula makanan yang harus diorder agar disiapkan bagian dapur, supaya hangat.

Yang tak mau makanan berat, bisa memilih tempe goreng atau mendoan. Ada juga minuman seperti kopi dan rosela. Sebagai teman ngopi, pisang goreng kiranya cukup lezat. Letak kafnya ada yang agak tinggi, sehingga bisa melihat aktivitas wisatawan lain sambil nyeduh kopi.

MGM Orba

Tak jauh dari lokasi ini, ada tempat yang dapat dinikmati: Museum Gunung Merapi (MGM). Sayang, birokrasinya masih zadul (kuno), sangat Orba. Mereka menutup diri di saat tanggal merah alias libur. Jadi, museum ini tidak jelas untuk siapa dibangun. Sebab kalau untuk wisatawan atau bukan pegawai, mestinya hari libur atau tanggal merah justru harus buka.

Tetapi, MGM ini sangat “PNS” yang butuh libur pada tanggal merah atau Minggu. Dia tak butuh pengunjung. Mungkin MGM dibangun hanya untuk pegawai, sehingga buka pada hari kerja saja. “Itu lihat pengumuman,” kata petugas sinis ketika ditanya mengapa tutup sambil menunjuk secarik kertas di pintu. Di kertas itu ditulis kira-kira bunyinya “hari libur, museum tutup.”

Ini perlu revolusi mentalitas. Rombak manajemen MGM. Museum mestinya untuk masyarakat, bukan buat pegawai. Makanya, hari libur atau tanggal merah dibuka lebar-lebar. Ini kalau mau mengedukasi masyarakat. Cari pejabat yang bisa membuka museum pada hari libur. Tinggalkan mental libur tanggal merah. wid/G-1

Dari Big Ben hingga Liberty

 

Warga yang gemar pamer foto di media sosial di sini banyak pilihan untuk bergaya. Mungkin belum banyak yang tahu Bradenburg Gate Berlin. Ini bisa dilihat ketika wisatawan tiba di lokasi. Dia menjadi gerbang masuk lokasi. Ada juga Big Ben, lonceng London, Inggris.

Menara miring Pisa ada juga. Bangunan ini pernah menjadi satu dari keajaiban dunia. Pisa atau leaning tower aslinya ada di Roma, Italia, banyak menjadi incaran wisatawan. Pisa dibangun cukup lama, dari 1173–1372 sampai setinggi hampir 56 meter. Aslinya ini menara katedral, tetapi dalam perjalanan membangun menjadi miring dan gagal diluruskan. Kemiringan inilah yang sekarang justru menjadi aneh dan menarik.

Tentu saja yang menjadi gandrungan pengunjung adalah Menara Eiffel yang aslinya di Paris, Prancis. Banyak kisah di menara ini termasuk untuk judul film. Banyak juga film mengambil lokasi syuting di bangunan setinggi 324 meter rancangan Stephen Sauvestre & Gustave Eiffel. Eiffel dibangun 1887–1889 tersebut.

Amerika adalah destinasi wisata dunia. Kalau orang berkunjung ke negara Paman Sam ini inginnya menuju monumental destination Patung Liberty yang berada di Manhattan, New York. Patung setinggi 93 meter itu dibangun Frederic Auguste Bartholdi tahun 1886. Uniknya, ini bukan buatan Amerika karena hadiah Prancis atas kebebasan negara tersebut.

Masih banyak lagi landmark dunia ada di sini, seperti Kincir Angin Belanda. Untuk anak-anak kalau sudah selesai dapat menikmati wahana “Cats”. Ya, kalau bisa menikmati landmark dunia di kaki Merapi, mengapa harus jauh-jauh, apalagi kalau kantong tidak memungkinkan ke tempat aslinya. wid/G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment