Koran Jakarta | February 22 2017
No Comments
Produk Investasi - Saham Sektor Komoditas Masih Layak Dikoleksi

“Return” Reksa Dana Saham Bisa 11%

“Return” Reksa Dana Saham Bisa 11%

Foto : Koran Jakarta/Wachyu AP
A   A   A   Pengaturan Font
Membaiknya fundamental ekonomi Indonesia menjadi faktor pendukung kinerja reksa dana saham berada pada level positif.

JAKARTA – Rata-rata tingkat pengembalian investasi atau return reksa dana saham pada tahun 2017 diperkirakan bisa mencapai 9 hingga 11 persen.

Analis Infovesta Utama, Wawan Hendrawan, mengatakan return reksa dana saham pada tahun ini akan sejalan dengan proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni diperkirakan rata-rata membukukan 9 hingga 11 persen.

“Sedangkan sentimen yang akan memengaruhi kinerja reksa dana saham adalah perbaikan harga komoditas sehingga berpengaruh positif pada saham emiten tambang, di samping pembangunan infrastruktur yang mulai terealisasi. Faktor lain adalah perbaikan kinerja saham perbankan yang tertekan katalis kenaikan non performing loan di tahun lalu akan membaik di tahun ini,” paparnya di Jakarta, Rabu (11/1).

Menurut Wawan, sektor yang bisa menjadi pilihan adalah sektor komoditas yang pada tahun lalu naik hingga 70 persen, sehingga tahun ini diperkirakan masih dapat meningkat walau tidak akan setinggi tahun sebelumnya. Lalu, sektor aneka industri yang tahun lalu naik 31 persen terbantu dengan penurunan suku bunga yang mendukung penjualan kendaraan bermotor.

Wawan menambahkan, pemilihan saham menjadi tantangan yang berat bagi manajer investasi (MI) sepanjang 10 tahun terakhir ini. Terbukti, pada Desember 2016 banyak produk reksa dana saham yang kinerjanya di bawah IHSG 2,87 persen. Tren ini juga terjadi di negara-negara maju bahwa tidak ada reksa dana yang secara konsisten mampu mengalahkan indeks dan memicu pertumbuhan reksa dana seperti reksa dana indeks dan ETF. Pada tahun 2016 pun secara dana kelolaan ETF tumbuh paling tinggi hingga 50 persen.

“Hingga 10 Januari rata-rata reksa dana saham masih membukukan return lebih tinggi dari IHSG, semoga tren ini dapat berlanjut hingga akhir bulan,” tutupnya.

 

“Rating” Naik

 

Dihubungi terpisah, analis Pasardana, Beben Feri Wibowo, mengatakan pada 2017, kinerja reksa dana saham masih memiliki peluang untuk mencatatkan kinerja positif. Hal tersebut didasari oleh kondisi fundamental dalam negeri yang baik tercermin dari Fitch Rating yang menetapkan Outlook Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari Stabil menjadi Positif.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, tahun depan S&P diprediksi menaikan rating Indonesia menjadi investment grade karena pemerintah melalui Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani perlahan memperbaiki kondisi fiskal dalam negeri tercatat sejak pemangkasan anggaran pada Agustus lalu.

“Dengan mempertimbangkan faktor positif dan tantangannya, maka kinerja tahun 2017 diprediksi relatif lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2016 dilihat dari sisi IHSG,” paparnya.

Menurut Beben, optimisme bisa datang dari kebijakan pemerintah mampu mengendalikan inflasi dan nilai tukar, sehingga kebijakan suku bunga acuan yang longgar tetap terjaga bahkan tidak menutup kemungkinan pemangkasan kembali terjadi.

Moderatnya nilai tukar fluktuatif dan inflasi meningkat, kebijakan maksimal suku bunga acuan dipertahankan, potensi pemangkasan tertutup akibat sentimen The Fed dan kebijakan Trump. Serta, pertumbuhan ekonomi bertahan di level 5 persen.

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment